Medan (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan melalui Pos SAR Asahan bersama tim SAR gabungan mengevakuasi satu orang pria yang jatuh ke laut di Perairan Sialang Buah, Desa Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan korban ditemukan setelah dilakukan pencarian selama delapan hari.
"Korban bernama Waliyadi atau Adi Jawa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Hery Marantika dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Kamis.
Ia menjelaskan korban ditemukan di perairan Pulau Bandang di Kabupaten Batubara berjarak 41 Km ke arah timur dari lokasi jatuhnya korban
"Jenazah tiba di Dermaga Panton Bagan Asahan pukul 12:15 WIB," kata dia.
Hery menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada Rabu (23/10) sekitar pukul 20.:35 WIB di perairan Sialang Buah, Desa Sei Rampah.
Setelah menerima laporan, kata dia, Pos AL Sialang Buah dan Tim Reszue Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan menuju ke lokasi dengan berbagai peralatan.
Dalam operasi pencarian, kata dia, tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI-AL, Polairud, HNSI dan masyarakat menyusuri perairan dengan menurunkan perahu lnding craft rubber (LCR) kapal Rigid Inflatble Boat (RauB) milik RB 203.
Ia mengatakan korban ditemukan setelah tim gabungan mendapat informasi ada penemuan orang mengapung dari nelayan yang melintas di perairan Pulau Pandang tersebut menjelang penutupan operasi SAR atau hari ketujuh.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, operasi pencarian tetap dilanjutkan untuk menuju lokasi ditemukan korban di perairan tersebut.
"Mendapatkan informasi tersebut pencarian korban tetap dilanjutkan oleh personil Tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Asahan dan ABK KN SAR Sanjaya. Tim berangkat ke Perairan Pulau Pandang dengan menggunakan sekoci milik KN.SAR Sanjaya untuk melakukan evakuasi," ujarnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing.
"Kami turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga atas ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Tim SAR telah berupaya maksimal melakukan evakuasi di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem akibat perubahan masa pancaroba," ujarnya.
