Medan (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar kegiatan Bimbingan Mental dan Rohani bagi seluruh pegawai, Jumat (24/10), sebagai upaya memperkuat integritas, kedisiplinan, dan etos kerja pegawai di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan dilaksanakan di rumah ibadah masing-masing agama itu menjadi bagian dari program pembinaan sumber daya manusia (SDM), sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia poin keempat tentang penguatan SDM.
Kepala Lapas Kelas I Medan Herry Suhasmin, melalui Kepala Bagian Tata Usaha Nurma Yuliati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan sarana penyegaran batin bagi pegawai agar tetap memiliki semangat melayani dengan keikhlasan dan tanggung jawab.
“Melalui pembinaan mental dan rohani, diharapkan seluruh pegawai dapat memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, menjaga integritas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan kerja,” ujar Nurma di Medan.
Ia menjelaskan, kegiatan bimbingan rohani akan dijadikan agenda rutin sebagai bagian dari pembinaan kepegawaian di Lapas Medan.
"Program ini juga diharapkan dapat memperkuat karakter dan moralitas aparatur di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," kata dia.
Dia menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen pihaknya dalam membangun pegawai yang berkarakter, beretika, dan bermoral tinggi sebagai bagian dari reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.
"Dengan pelaksanaan yang dilakukan secara berkala, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan spiritual berkesinambungan guna mewujudkan pegawai pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan humanis," jelasnya.
