Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menginstruksikan, seluruh daerah tingkat kabupaten/kota di Sumut mempercepat layanan perizinan bangunan rumah bersubsidi.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut Chandra Dalimunthe mengatakan, langkah ini dilakukan guna mendukung Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Pak Gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota se-Sumut melakukan percepatan layanan perizinan bangunan, termasuk memperkuat sistem digital melalui Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG)," ujar Chandra di Medan, Jumat.
Gubernur Sumut Bobby Nasution, lanjut dia, juga meminta kabupaten/kota se-Sumatera Utara agar memperluas sosialisasi hunian layak dan terjangkau di daerah.
Selain itu, menghapus kewajiban penggunaan jasa konsultan bagi rumah sederhana lewat penggunaan sistem prototipe bangunan dalam proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
"Semua upaya ini merupakan bagian dari strategi pembangunan yang inklusif, dan berkelanjutan. Diharapkan langkah ini membantu masyarakat," katanya.
Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai target utama pembangunan Program 3 Juta Rumah agar mereka memiliki hunian layak dan terjangkau, tutur Chandra.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Provinsi Sumut Bustami Rangkuti menjelaskan, pihaknya mempercepat pembangunan rumah bersubsidi bagi MBR.
"Pemprov Sumut melakukan berbagai langkah strategis, mulai penyederhanaan perizinan, penyediaan lahan strategis hingga memperkuat kerja sama dengan pengembang dan perbankan," katanya.
Tahun ini, tutur Bustami, Pemprov Sumut telah menargetkan pembangunan 20 ribu unit rumah bersubsidi bagi MBR merupakan Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Data Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Provinsi Sumut menyebutkan, backlog perumahan di wilayah Sumatera Utara mencapai 320.000 unit pada 2025.
Untuk menekan angka tersebut, maka Pemprov Sumut telah menggandeng sejumlah pengembang swasta dan kalangan perbankan, khususnya Bank Sumut, dan BTN.
"Target kami tahun ini sebanyak 20.000 unit rumah bersubsidi dapat terbangun. Hingga Oktober 2025, sudah terealisasi 8.161 unit rumah bersubsidi di berbagai daerah di Sumut," tuturnya.
Antara lain Deli Serdang, Simalungun, Pematangsiantar, Binjai, Asahan, Langkat, Tebing Tinggi, Labuhanbatu, Batu Bara, Medan, Tapanuli Tengah, Tanjung Balai, Serdang Bedagai, Dairi, dan Karo, jelas Bustami.
