Tanjung Balai (ANTARA) - Wujud dukungan terhadap asta cita Presiden Prabowo Subianto, Pemkot Kota Tanjungbalai bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara dan jajaran Forkopimda melaksanakan penanaman perdana bibit kelapa dan jagung di Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai, Selasa.
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim mengatakan, penanaman bibit kelapa di Kelurahan Sei Raja merupakan dukungan Pemkot Tanjungbalai terhadap program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung asta cita Presiden RI.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program nasional penanaman serentak bibit kelapa yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka mendukung ketahanan pangan," ujar Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim.
Wali Kota melanjutkan anjut Mahyaruddin, melalui sinergi Pemkot Tanjungbalai dan Kanwil Ditjenim Sumut dalam rangka gerakan penanaman bibit kelapa dan jagung diharapkan menjadi role model di Sumatera Utara.
"Kegiatan ini program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pemkot Tanjungbalai ambil bagian pada penanaman bibit kelapa dan jagung. Tujuannya sama, yakni mendukung asta cita Presiden Prabowo Subianto," jelas Mahyaruddin Salim.
Wali Kota juga berharap semua pihak, khususnya petani dapat mendukung penanaman kelapa dan jagung sebagai peluang usaha dan untuk menambah penghasilan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenim Sumut, Teodorus Simarmata menyatakan pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam menggerakkan program penanaman kelapa dan jagung, yang tujuannya adalah pemberdayaan masyarakat.
"Program penanaman ini menjadi bagian dari upaya Kementerian IMIPAS dalam mendukung asta cita Presiden di bidang pangan, sekaligus memberdayakan masyarakat petani," kata Teodorus Simarmata.
Selain menanam, lanjut Teodorus, kegiatan tersebut tindak lanjut dari pencanangan penanaman 360.000 pohon kelapa serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk membangun ekosistem ekonomi produktif berbasis kelapa yang dapat diintegrasikan dengan UMKM, pendaftaran hak paten, hingga sertifikasi halal produk.
"Kanwil Ditjenim Sumut melihat program ini sebagai peluang besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dari daerah. Penanaman kelapa dan jagung diyakini akan berdampak langsung terhadap pemanfaatan lahan, ketersediaan pangan, serta kemandirian ekonomi berbasis komunitas," katanya.
Teodorus menambahkan, secara nasional kegiatan penanaman kelapa dan jagung diikuti langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dari Lapas Nusa Kambangan, yang sedang mengikuti acara akselerasi program kementerian dan peran kewilayahan dalam penguatan ketahanan pangan di seluruh Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, Ketua TP-PKK Ny Mashandayani Mahyaruddin, Pimpinan OPD dilingkup Pemkot Tanjungbalai, pimpinan Instansi Vertikal, Camat, Lurah dan Kelompok Tani.
