Medan (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRD Sumut) Muhammad Faisal meminta aparat penegak hukum, khususnya kepolisian untuk lebih humanis dalam menangani unjuk rasa.
"Kami berharap pihak pengamanan seperti TNI/Polri ini lebih membersamai unjuk rasa atau lebih humanis," ujar Faisal usai menerima perwakilan pengemudi ojek online yang melakukan unjuk rasa, di Gedung DPRD Sumut, Jumat.
Faisal menjelaskan unjuk rasa merupakan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang diatur dalam undang-undang,
Oleh karena itu, dia meminta agar para aparat penegak hukum untuk tidak melakukan hal yang merugikan massa aksi saat menyampaikan aspirasi dalam unjun rasa.
"Apalagi, mohon maaf sampai dipukuli, ada yang sampai kejang-kejang. Ini jangan sampai terjadi lagi" kata dia,
Dalam kesempatan itu, Faisal yang menerima perwakilan ratusan pengemudi ojek online menyesali tragedi meninggalnya pengemudi ojek online di Jakarta,
Menurut dia, tragedi ojek online yang meninggal karena terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob itu merupakan tindakan kelewatan batas dalam penanganan unjuk rasa.
"Misalnya, pengemudi turun minta maaf, tidak sampai kejadian seperti ini. Ini tindakan yang tidak manusiawi," kata dia.
Oleh karena itu, Faisal menjelaskan DPRD Sumut bakal berkoordinasi dengan kepolisian daerah setempat untuk menyampaikan pandangan terhadap pengamanan saat unjuk rasa.
"Ini juga bakal dibahas di rapat paripurna.. Tentu kami bakal koordinasi dengan Polda Sumut," ujarnya..
