Beijing (ANTARA) - Pada Minggu (27/7/2025), terlihat ribuan warga antre untuk memasuki Museum National of China yang berada di bagian sisi timur Lapangan Tiananmen, Beijing.
Meski cuaca sangat panas, warga Tiongkok dan beberapa wisatawan mancanegara terlihat tetap rapi dan sabar menunggu antrean. Sebagian besar menggunakan payung untuk mengatasi sengatan sinar matahari.
Setelah mengantre sekitar satu jam lebih, pengunjung harus menunjukkan jadwal kunjungan terlebih dulu agar dapat memasuki museum. Jadwal tersebut didapatkan setelah mendaftar melalui situs yang disiapkan pengelola Museum Nasional of China.
Setelah diizinkan masuk, barulah pengunjung yang mayoritas warga Tiongkok dapat menyaksikan berbagai item bersejarah yang menggambarkan peradaban Tiongkok pada masa lalu.
Zhow Meng Yang, salah satu pegawai museum menyebutkan bahwa ada 1,43 juta lebih item yang ditampilkan di Museum Nasional of China, mulai dari masa sebelum Masehi, masa kekaisaran, hingga masa kini.
Seluruh item bersejarah tersebut ditampilkan di museum yang memiliki luas sekitar 200 ribu meter persegi itu.
Sedangkan jumlah pengunjungnya sangat banyak setiap hari. “Biasanya per hari pengunjung mencapai 30.000 orang,” katanya.
Untuk sejarah pada masa sebelum Masehi, diipajang peradaban masa lalu seperti surat menyurat yang menggunakan tulang hewan dan batang kayu yang menjadi wadah tulis dan seni tata rambut wanita Tiongkok masa lalu.
Ada juga berbagai jenis senjata yang terbuat dari batu, giok tua, penghitung waktu yang menggunakan tetesan air, brankas, dan kotak perunggu kuno yang berfungsi seperti kulkas pada masa lalu karena dijadikan sebagai wadah penyimpanan makanan.
Kemudian, ditampilkan juga kerangka manusia yang berusia ratusan tahun, berbagai jenis mata uang digunakan pada masa kekaisaran, seni pementasan kuno, serta arca-arca yang diperkirakan hasil karya sebelum tahun Masehi.
Terlihat ribuan warga Tiongkok, termasuk anak-anak dan kalangan pelajar antusias menyaksikan berbagai kekayaaan peradaban masa lalu tersebut.
Tidak sedikit dari pengunjung yang mengabadikan situs-situs tersebut, termasuk berswafoto ketika menemukan situs yang dianggap menarik.
Di dalam museum, terlihat juga antrean pengunjung untuk menyaksikan mahkota ratu yang tersimpan rapi dalam kaca pelindung. Meski antreannya juga panjang, namun pengunjung tetap tertib di bawah pengawasan petugas museum.
Di lantai bawah museum, dipajangkan sejumlah kemajuan teknologi yang dimiliki Tiongkok, mulai dari alat pertanian kuno dan modern, alat pemintal benang, hingga mobil yang digunakan dalam penerbangan di luar angkasa.
Dari struktur bangunan, item tang dipajangkan hingga penempatan petugas dan sistem untuk masuk, terlihat pemerintah Tiongkok sangat serius dalam pengelolaan museum tersebut.
Di tempat tersebut, warga Tiongkok bukan hanya dapat berwisata, namun sekaligus menyaksikan berbagai kemajuan peradaban masa lalu yang dapat meningkatkan rasa bangga dan nasionalisme mereka.
