"Kuncinya kalau sudah kirim sampel SHK lalu gak dikabari, berarti Alhamdulillah negatif. Sebetulnya bukan gak ada kabar, tapi alur prioritas yang dikabari segera hanya bayi yang positif hipotiroid kongenintal," katanya dalam acara gelar wicara tentang hipotiroid kongenital yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.
Faisal mengatakan terdapat alur mekanisme khusus dalam menangani SHK dengan memprioritaskan bayi yang positif hipotiroid kongenital, agar penanganannya tidak terlambat.
Dia menjelaskan alur tersebut dimulai dengan pengambilan sampel darah di tumit bayi, terhadap seluruh bayi yang baru lahir. Pengambilan sampel darah di tumit bermaksud untuk mengambil sampel darah yang berkualitas, serta menghindari sistem saraf bayi agar tidak terkena jarum suntik yang berpotensi mengakibatkan trauma.
Kemudian, sambungnya, sampel darah akan diteteskan pada kertas khusus dan hasilnya dikirimkan ke sejumlah laboratorium rujukan nasional yang ada di Indonesia.
"Jumlahnya ada cukup banyak dan hasil tesnya bisa dikirim, sehingga skrining ini juga bisa dilakukan di daerah terpencil," ujarnya.
Pewarta: Sean MuhamadEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.