“Kurikulum Merdeka fokusnya pada pendalaman bukan kecepatan sehingga tidak ada lagi guru yang diburu-buru menyelesaikan materi karena begitu banyaknya materi yang harus dicakup dan dikuasai,” katanya dalam Puncak Festival Kurikulum Merdeka di Jakarta, Selasa.
Nadiem menjelaskan bahwa hal itu lantaran Kurikulum Merdeka hadir untuk menuntaskan persoalan krisis pembelajaran atau learning crisis yang sudah berlangsung lama ditambah kehilangan pembelajaran atau learning loss akibat pandemi COVID-19.
Oleh sebab itu, Kurikulum Merdeka dibentuk dengan berfokus pada materi pembelajaran yang lebih esensial, menyenangkan, relevan, dan mengutamakan perkembangan kompetensi peserta didik.
Ia meyakini prinsip Kurikulum Merdeka yang adaptif dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi sesuai dengan kondisi satuan pendidikan atau fleksibel sehingga guru dapat leluasa untuk menciptakan pembelajaran.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.