"Jadi jangan langsung menilai jika usaha mikro semakin banyak itu berarti sebuah keberhasilan," ujar Teten dalam Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Bidang Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan 2023 di Medan, Senin. di Medan, Senin.
Menurut Kepala Staf Kepresidenan Indonesia tahun 2015-2018 itu, para pelaku usaha mikro kebanyakan adalah mereka yang ingin bekerja tetap sulit mendapatkan tempat.
Mereka lalu mencoba berbisnis, tetapi cenderung tidak terarah lantaran tidak memiliki wadah untuk berkonsultasi. Pada akhirnya, Teten menyebut bahwa pelaku usaha mikro itu cenderung meniru bisnis yang sudah ada.
Hal tersebut membuat produk usaha mikro tidak beragam dan tidak terlalu laku di pasaran karena sejenis dengan produk lain.
"Akibatnya, penghasilan dari usaha mikro pasti di bawah UMR," tutur Teten.
Pewarta: Michael SiahaanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.