• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News sumut
Jumat, 6 Februari 2026
Antara News sumut
Antara News sumut
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Berita Sumut
    • Asahan
    • Batubara
    • Binjai
    • Dairi
    • Deli Serdang
    • Diskop UMKM Kota Medan
    • Gunungsitoli
    • Humbang Hasundutan
    • Karo
    • Labuhan Batu
    • Labuhanbatu Selatan
    • Labuhanbatu Utara
    • Langkat
    • Madina
    • Medan
    • Nias
    • Nias Barat
    • Nias Selatan
    • Nias Utara
    • Padang Lawas
    • Padang Lawas Utara
    • Padang Sidempuan
    • Pakpak Barat
    • Pematang Siantar
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Sibolga
    • Simalungun
    • Tanjung Balai
    • Tapanuli Selatan
    • Tapanuli Tengah
    • Tapanuli Utara
    • Tebing Tinggi
    • Toba
    • Nasional
      • Pemerintah targetkan pembangunan irigasi Bendung Sei Wampu selesai 2026

        Pemerintah targetkan pembangunan irigasi Bendung Sei Wampu selesai 2026

        Sabtu, 8 November 2025 20:38

        Menteri PU: Floodway Sikambing-Belawan solusi atasi banjir dua kecamatan di Medan

        Menteri PU: Floodway Sikambing-Belawan solusi atasi banjir dua kecamatan di Medan

        Sabtu, 8 November 2025 19:42

        Menteri PU targetkan penanganan longsor ruas Medan-Berastagi di Sembahe rampung Desember

        Menteri PU targetkan penanganan longsor ruas Medan-Berastagi di Sembahe rampung Desember

        Sabtu, 8 November 2025 16:19

        Teuku Rahmatsyah dipercaya jabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, ini sosoknya

        Teuku Rahmatsyah dipercaya jabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, ini sosoknya

        Selasa, 14 Oktober 2025 13:30

        41 hakim dimutasi dalam rapim Mahkamah Agung Mei 2025, berikut daftarnya

        41 hakim dimutasi dalam rapim Mahkamah Agung Mei 2025, berikut daftarnya

        Sabtu, 10 Mei 2025 23:30

    • Regional
      • Dinkes: Korban keracunan makanan capai 132 orang

        Dinkes: Korban keracunan makanan capai 132 orang

        Rabu, 5 Juni 2024 21:40

        Elfin Elyas sebut perlunya optimalisasi Jalur distribusi wilayah Pantai Barat Sumut

        Elfin Elyas sebut perlunya optimalisasi Jalur distribusi wilayah Pantai Barat Sumut

        Rabu, 6 September 2023 20:48

        Bastian Panggabean lantik pengurus DPD IPK Padang Lawas

        Bastian Panggabean lantik pengurus DPD IPK Padang Lawas

        Kamis, 19 Januari 2023 21:27

        Aktivitas lempeng Indo-Australia akibatkan gempa  di Singkil, Aceh

        Aktivitas lempeng Indo-Australia akibatkan gempa di Singkil, Aceh

        Senin, 16 Januari 2023 9:28

        UAH apresiasi pinjaman tanpa bunga di Bukittinggi

        UAH apresiasi pinjaman tanpa bunga di Bukittinggi

        Senin, 17 Oktober 2022 0:30

    • Ekonomi Dan Bisnis
      • Jumat pagi ini emas Antam anjlok Rp100.000, ini daftar lengkapnya

        Jumat pagi ini emas Antam anjlok Rp100.000, ini daftar lengkapnya

        Jumat, 6 Februari 2026 11:03

        Pengiriman barang dengan kereta api di Sumut naik pada awal 2026

        Pengiriman barang dengan kereta api di Sumut naik pada awal 2026

        Jumat, 6 Februari 2026 9:33

        Emas UBS Rp2,988 juta/gr dan Galeri24 Rp2,974 juta/gr Jumat ini

        Emas UBS Rp2,988 juta/gr dan Galeri24 Rp2,974 juta/gr Jumat ini

        Jumat, 6 Februari 2026 9:32

        Rupiah pada Jumat pagi melemah jadi Rp16.865 per dolar AS

        Rupiah pada Jumat pagi melemah jadi Rp16.865 per dolar AS

        Jumat, 6 Februari 2026 9:25

        Komisi VII DPR: Peran BDI Medan percepat tata kelola industri hijau

        Komisi VII DPR: Peran BDI Medan percepat tata kelola industri hijau

        Kamis, 5 Februari 2026 19:14

    • Hukum dan Kriminal
      • MA benarkan Wakil Ketua PN Depok terkena OTT KPK

        MA benarkan Wakil Ketua PN Depok terkena OTT KPK

        Jumat, 6 Februari 2026 16:28

        KPK periksa mantan Menteri BUMN Rini Soemarno pada kasus jual beli gas

        KPK periksa mantan Menteri BUMN Rini Soemarno pada kasus jual beli gas

        Jumat, 6 Februari 2026 16:10

        Kemenkum Sumut kawal merek kolektif  di Koperasi Merah Putih

        Kemenkum Sumut kawal merek kolektif di Koperasi Merah Putih

        Kamis, 5 Februari 2026 19:23

        Karantina musnahkan ratusan ayam asal Thailand

        Karantina musnahkan ratusan ayam asal Thailand

        Kamis, 5 Februari 2026 19:16

        KPK ungkap tangkap 17 orang terkait OTT Ditjen Bea Cukai Kemenkeu

        KPK ungkap tangkap 17 orang terkait OTT Ditjen Bea Cukai Kemenkeu

        Kamis, 5 Februari 2026 17:46

    • Olahraga
      • Bulu Tangkis
      • Futsal
      • Piala Dunia
      • Piala Eropa
      • PSMS
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Editorial
          • Artikel
          Afirmasi negara dan pentingnya penataan tata kelola pendidikan keagamaan

          Afirmasi negara dan pentingnya penataan tata kelola pendidikan keagamaan

          Jumat, 6 Februari 2026 9:15

          Dua dekade, PWI Tanjungbalai "lahirkan" 21 wartawan kompeten

          Dua dekade, PWI Tanjungbalai "lahirkan" 21 wartawan kompeten

          Rabu, 31 Desember 2025 15:34

          Aksi heroik Gemdeman evakuasi korban longsor Tapanuli Utara

          Aksi heroik Gemdeman evakuasi korban longsor Tapanuli Utara

          Selasa, 30 Desember 2025 17:01

          Advetorial - Kebijakan strategis Pemkot Tanjungbalai wujudkan "EMAS" ditengah efisiensi anggaran

          Advetorial - Kebijakan strategis Pemkot Tanjungbalai wujudkan "EMAS" ditengah efisiensi anggaran

          Selasa, 16 Desember 2025 14:38

      • Peristiwa
        • LKBN ANTARA tingkatkan kapastitas wartawan melalui UKW

          LKBN ANTARA tingkatkan kapastitas wartawan melalui UKW

          Jumat, 6 Februari 2026 10:37

          BPS laporkan angka kemiskinan September 2025 turun jadi 8,25 persen

          BPS laporkan angka kemiskinan September 2025 turun jadi 8,25 persen

          Kamis, 5 Februari 2026 18:45

          Kemenimipas dorong LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

          Kemenimipas dorong LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

          Kamis, 5 Februari 2026 18:41

          Aceh, Sumut, Sumbar terima tambahan anggaran percepatan pemulihan

          Aceh, Sumut, Sumbar terima tambahan anggaran percepatan pemulihan

          Kamis, 5 Februari 2026 17:48

          Kemendikdasmen targetkan 21 ribu anak putus sekolah siap kerja

          Kemendikdasmen targetkan 21 ribu anak putus sekolah siap kerja

          Kamis, 5 Februari 2026 16:10

      • Cuaca
        • Kemenkum Sumut sokong Koperasi Merah Putih daftarkan merek kolektif

          Kemenkum Sumut sokong Koperasi Merah Putih daftarkan merek kolektif

          Jumat, 6 Februari 2026 10:26

          Waspadai hujan yang dapat memicu bencana di Sumut

          Waspadai hujan yang dapat memicu bencana di Sumut

          Selasa, 3 Februari 2026 19:33

          40 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana di Sumut

          40 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana di Sumut

          Selasa, 3 Februari 2026 11:06

          PMI Sumut pulihkan hubungan  keluarga pasca-bencana di Tapanuli Tengah

          PMI Sumut pulihkan hubungan keluarga pasca-bencana di Tapanuli Tengah

          Senin, 2 Februari 2026 14:49

          Pemkot Medan bahas mitigasi bencana bersama Komisi VIII DPR RI

          Pemkot Medan bahas mitigasi bencana bersama Komisi VIII DPR RI

          Jumat, 30 Januari 2026 22:22

      • Foto
        • Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

          Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

          Senin, 26 Januari 2026 16:18

          Pemantauan penyaluran MBG di Medan

          Pemantauan penyaluran MBG di Medan

          Rabu, 14 Januari 2026 11:29

          Pelindo Multi Terminal layani kapal bantuan korban bencana di Belawan

          Pelindo Multi Terminal layani kapal bantuan korban bencana di Belawan

          Senin, 12 Januari 2026 11:49

          Pangdam l/BB Tinjau Pembangunan Jembatan Aramco di Langkat 

          Pangdam l/BB Tinjau Pembangunan Jembatan Aramco di Langkat 

          Rabu, 24 Desember 2025 18:59

          KPP Pratama Lubuk Pakam Perkuat Pelayanan Prima Berbasis Coretax, Hadirkan Loket Tambahan hingga Layanan Akhir Pekan. 

          KPP Pratama Lubuk Pakam Perkuat Pelayanan Prima Berbasis Coretax, Hadirkan Loket Tambahan hingga Layanan Akhir Pekan. 

          Kamis, 18 Desember 2025 15:43

      • Video
        • DPR RI dorong BDI Medan cetak SDM unggul demi target industri hijau

          DPR RI dorong BDI Medan cetak SDM unggul demi target industri hijau

          Kamis, 5 Februari 2026 21:27

          Ayam dan kambing ilegal asal Thailand dimusnahkan di Kualanamu

          Ayam dan kambing ilegal asal Thailand dimusnahkan di Kualanamu

          Kamis, 5 Februari 2026 15:21

          Satgas Gulbencal berjibaku buka akses desa terisolir di Tukka

          Satgas Gulbencal berjibaku buka akses desa terisolir di Tukka

          Jumat, 30 Januari 2026 23:39

          Normalisasi tahap pertama Sungai Garoga Tapsel capai 80 persen

          Normalisasi tahap pertama Sungai Garoga Tapsel capai 80 persen

          Jumat, 30 Januari 2026 23:21

          Pedagang Pasar Huta Godang perbaiki kios sambil tunggu bantuan modal

          Pedagang Pasar Huta Godang perbaiki kios sambil tunggu bantuan modal

          Jumat, 30 Januari 2026 1:12

      Menyoroti PDRB Mandailing Natal

      Kamis, 16 Mei 2019 17:59 WIB 6149

      Menyoroti PDRB Mandailing Natal

      Askolani Nasution (Antarasumut/Holik)

      Madina (ANTARA) - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa suatu kawasan dalam periode tertentu, baik daerah, nasional, maupun internasional.

      Jika menggunakan “Pendekatan Pengeluaran”, maka angka PDRB dihitung atas dasar rata-rata konsumsi rumah tangga, ditambah investasi sektor swasta, plus pengeluaran pemerintah yang melibatkan luar negeri (ekspor-impor).

      Mari melihatnya secara sederhana dari sudut pandang publik. Begini, semakin tinggi pendapatan atau pengeluaran sebuah rumah tangga, semakin tinggi juga angka PDRB. Semakin tinggi investasi sektor swasta, juga semakin tinggi angka PDRB. Plus belanja dan pendapatan pemerintah dari sektor ekspor dan impor.

      Dalam ekonomi makro, semuanya bersinergi dengan laju ekonomi, jumlah uang yang beredar, atau inflasi di suatu kawasan dalam periode tertentu.

      Tingginya pengeluaran sebuah rumah tangga berkaitan dengan daya beli. Sekalipun kebutuhan rumah tangga tinggi, kalau daya beli rendah, tidak terjadi transaksi. Konon lagi untuk tabungan dan investasi, untuk kebutuhan pokok saja belum tentu mencukupi. Misalnya begitu.

      Daya beli dipengaruhi berbagai hal, mulai dari laju pertumbuhan ekonomi nasional dan regional, angka inflasi, kelancaran barang sektor ril, tingkat konsumtif, dan tentu saja tingkat pendapatan keluarga.

      Kalau angka inflasi tinggi, sekalipun laju pertumbuhan ekonomi besar, maka daya beli tetap rendah.

      Kita misalnya, pemilik uang, tidak berdaya menghadapi berbagai tuntutan kebutuhan, saat uang yang kita miliki juga tidak berdaya.

      Misalnya, tiga puluh tahun yang lalu, dengan uang 500 perak kita bisa makan di Pasar Bawah Panyabungan. Sekarang untuk kebutuhan yang sama, Anda butuh 30 kali lipat dari nominal itu. Artinya, jumlah uang yang sama, berbeda daya belinya antara satu masa dengan masa yang lain, dan antara satu kawasan dengan kawasan yang lain. Itu yang mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran rumah tangga.

      PDRB Indonesia berada pada peringkat 115. Malaysia ada di peringkat 63, Singapura 21, Thailand 92.

      Artinya, kita memang negara super miskin, meskipun sudah lama merdeka. Jangan tanya mengapa, karena orang seperti kita tidak akan didengar pendapatnya.

      Mandailing Natal? Ada di peringkat 250 Nasional. Artinya, dari Indonesia yang telah miskin, Mandailing Natal lebih miskin lagi di banding daerah lainnya. Sekalipun bukan yang termiskin, angka 250 itu menyedihkan benar.

      Tapi kita mudah menjustifikasi ketololan sendiri dengan menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi daerah kita lebih tinggi dibanding laju pertumbuhan nasional.

      Padahal pertumbuhan tidak serta merta berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. Itu tergantung siapa yang menikmati pertumbuhan itu. Misalnya, tingginya PDRB sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan, yang menikmatinya bukanlah petani dan nelayan kecil. Tetapi, pemodal besar di balik puluhan perkebunan kelapa sawit yang ada di kawasan ini, misalnya. Petani dan nelayan, sekalipun pertumbuhan ekonomi daerah dan PDRB di atas 6 persen, tetap miskin.

      Selain itu, inflasi membuat semua kelompok ekonomi menjadi korban. Terutama kelompok miskin. Sebab, mereka hanya kelompok konsumen, nyaris tanpa produksi apa pun. Orang miskin hanya memproduksi tenaga tubuhnya saja dan diimbali dengan upah.

      Tragisnya, kenaikan upah tak pernah melampaui laju pertumbuhan ekonomi, baik daerah maupun nasional. Jangan terkecoh dengan UMR. Sekalipun tingkat upah ada yang mengacu kepada UMR, yakinlah, tidak akan pernah mampu mengejar tingginya angka inflasi dan rendahnya daya beli.

      Karena itu, kemiskinan terbesar ada di kelompok buruh. Kalau di daerah kabupaten, itu identik dengan buruh tani dan nelayan, pekerja bangunan, dan lain-lain.

      PDRB menjadi acuan untuk menggambarkan kemajuan suatu kawasan. Misalnya, laju PDRB Mandailing Natal terakhir sebutlah 6,20 persen. Itu jauh di bawah capaian PDRB Tahun 2014 “Menurut Lapangan Usaha” yang angkanya 6,49 persen.

      Penurunan angka yang signifikan itu sepatutnya dijelaskan kausalitasnya, karena itu hak publik. Sekurang-kurangnya menjadi kewajiban DPRD untuk meminta penjelasan dari eksekutif. Gunanya untuk menjadi catatan bersama dalam memahami sisi pertumbuhan mana yang harus dijaga oleh pemerintah daerah, baik melalui kebijakan anggaran DPRD, maupun strategi lainnya dari pihak eksekutif.

      Misalnya, apakah penurunan PDRB dibandingkan tahun 2014 karena rendahnya pengeluaran rata-rata rumah tangga atau menurunnya investasi sektor swasta.

      Kalau penurunun pengeluaran rumah tangga, stimulus apa yang harus diberikan atau subsidi bentuk apa yang relevan, dan seterusnya. Hal yang sama juga kalau penyebabnya karena menurunnya jumlah investasi. Bukan mendiamkan begitu saja. Angka-angka yang termaktub dalam BPS bukan kumpulan data tok yang tidak memiliki relevansi dengan hajat hidup kita sebagai rakyat.

      Angka adalah deskripsi yang lengkap tentang kondisi sosial kita. Selain itu, deskripsi item-item lain dalam PDRB Mandailing Natal tampak amat tidak sebanding dengan pertumbuhan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Tiga sektor tradisional ini berada pada capaian 43,98 persen, capaian tertinggi.

      Ada beberapa entri yang menjadi catatan atas deskripsi itu. Pertama, besarnya angka capaian tiga sektor tradisional itu menunjukkan bahwa sektor lain tidak tumbuh. Misalnya, sektor-sektor yang menyangkut investasi seperti pertambangan, industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, transportasi, jasa keuangan, perdagangan besar, real estate, dan lain-lain.

      Lemahnya pertumbuhan sektor itu mendorong minimnya pertumbuhan tenaga kerja. Itu keniscayaan. Pertumbuhan tenaga kerja yang ada, hanya terserap di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Tragisnya itu hanya sektor tradisional yang amat rentan dan berbahaya. Sebab, luas lahan kita amat terbatas.

      Perluasan lahan pertanian baru tidak berbanding lurus dengan pertambahan rumah tangga baru. Belum lagi membengkaknya lulusan universitas setiap tahun, dan tragisnya bukan berlatar belakang ilmu pertanian. Lebih lima ribu lulusan SMA/SMK yang lulus setiap tahun.

      Empat tahun kemudian, minimal 20 persen dari mereka akan menjadi lulusan universitas dan pencari kerja baru. Mereka yang akan bersaing dengan lulusan SMA/SMK yang karena tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, juga menjadi tumpukan calon pencari kerja.

      Dan ketika yang berkembang hanya sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, itu mendorong keputusasaan sosial (hopless) dan menjadi ancaman serius.

      Kedua, itu tadi, sekalipun besar angka pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan; angka pertumbuhan sebenarnya justru pada sektor kehutanan yang dikuasai perusahaan-perusahaan perkebunan pemodal besar.

      Bukan perusahan perkebunan rakyat sebagaimana idealnya. Akibatnya, pertumbuhan itu tidak signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

      Karena orang miskin tidak bermain di sektor perkebunan. Mereka hanya menggarap lahan pertanian sawah dan palawija. Dan merekalah kelompok terbesar rakyat Mandailing Natal, selain nelayan tradisional.
      Pertumbuan PDRB sektor tradisional itu berada pada angka 6 persen lebih. Itu amat tidak signifikan jika dibandingkan dengan angka inflasi di atas 5 persen.

      Seorang petani sawah misalnya, dengan luas lahan seperenam hektar—dan itu rata-rata luas lahan petani di pedesaan—dengan dua kali panen pertahun, tidak akan mampu menyalip laju kenaikan harga barang.

      Naiknya harga barang ditingkat konsumen, minimal tujuh persen karena dampak inflasi dan lemahnya sektor ril. Itu bencana tahunan yang selalu memukul pengeluaran rumah tangga.

      Fakta-fakta itu mendorong merebaknya angka kemiskinan sebesar 10,98 persen di Mandailing Natal, atau setara dengan 47.670 jiwa. Itu bukan angka yang kecil.

      Untuk kampung di Mandailing Natal yang rata-rata 250 KK misalnya, itu mencakup jumlah desa yang signifikan.
      Itu juga baru dengan acuan skala garis kemiskinan perkapita perbulan sebesar Rp. 304.669,- yang ditetapkan pemerintah pusat.

      Rilnya, dalam kampung yang rata-rata 250 KK misalnya, rata-rata rumah tangga miskin sebesar 100 KK. Merekalah yang rutin menerima raskin.
      Hitungnya pakai hati saja.

      Coba sesekali jalan menyusuri rumah-rumah penduduk di desa sekitar kita. Lihat tingkat kelayakan rumah, pekerjaan kepala rumah tangga, jumlah beban tanggungan, dan kualitas hidup.

      Atau kita mengacu kepada data BPJS saja. Ada 26,1 persen penduduk Mandailing Natal yang pengeluaran perkapita perbulannya di bawah 500 ribu rupiah. Angka Harapan Hidup hanya 61,98 persen.
      Atau duduklah di kedai sesekali, dengarkan para petani mengeluh dengan harga karet yang hanya Rp. 8.000 perkilo, Timun 800 rupiah perkilo, kacang panjang 1.500 rupiah seikat, dan lain-lain. Dan coba kalkulasi dengan kebutuhan hidup sebuah keluarga, bagaimana menjalaninya, dan seterusnya.

      Dan kita dengan gampang menjustifikasi bahwa rendahnya harga-harga itu karena pasaran dunia, surplus produksi tani Vietnam, dan lain-lain. Begitu cara kita menghalalkan pembiaran yang kita lakukan terhadap orang miskin.

      Tentu saja daerah tak memiliki wewenang untuk mengatur mekanisme harga pasar. Tapi daerah bisa melalukan berbagai cara, misalnya dengan subsidi, proteksi pertanian, diversifikasi tanaman pangan, penguatan kawasan komoditas pertanian, percepatan pembangunan jalan sentra produksi, dan lain-lain. Banyak cara-cara kreatif untuk memberdayakan kelompok miskin ini.

      Implementasi kebijakan ekonomi daerah juga mempengaruhi laju pertumbuhan PDRB. Karena itu, setiap tahun jabaran PDRB idealnya digunakan untuk menguji efektivitas program-program eknomi yang digelontorkan daerah, tata kelola ekonomi, visioneritas APBD terhadap pertumbuhan, Indeks Pembangunan Manusia, dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

      PDRB juga menjadi alat uji efektivitas pelayanan publik untuk pertumbuhan ekonomi. Misalnya, lama pengurusan sertifikat tanah, persepsi publik terhadap pemda dalam menindaklanjuti permasalahan-permasalahan pembangunan ekonomi, persepsi publik terhadap dukungan pemda bagi pelaku usaha, persepsi tentang hambatan biaya pungutan dan retribusi, kualitas infrastruktur jalan, rata-rata lama perbaikan atas kerusakan infrastruktur jalan, dan lain-lain.

      Atau cara-cara kreatif apa yang harus kita lakukan untuk menekan meningkatnya gaya konsumtif masyarakat kita?

      Jadi, saya pikir bukan soal membangun apa atau secepat apa, tapi pemajuan-pemajuan sektor mana yang sungguh-sungguh akan berdampak bagi kesejahteraan orang miskin.

      *) Penulis adalah penggiat seni Mandailing Natal.

      Pewarta: Holik
      Editor : Juraidi
      COPYRIGHT © ANTARA 2026

      Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

      • Whatsapp
      • facebook
      • twitter
      • email
      • pinterest

      Berita Terkait

      Bupati Madina dorong percepatan IPR, temui Dinas ESDM Sumut

      Bupati Madina dorong percepatan IPR, temui Dinas ESDM Sumut

      1 jam lalu

      Bupati Madina ikuti apel bulan K3, Wagub Sumut serahkan santunan Rp800 juta lebih

      Bupati Madina ikuti apel bulan K3, Wagub Sumut serahkan santunan Rp800 juta lebih

      5 Februari 2026 16:31

      Longsor tambang emas Batang Gadis tewaskan petani di Kotanopan

      Longsor tambang emas Batang Gadis tewaskan petani di Kotanopan

      2 Februari 2026 16:40

      Pertalite tembus Rp20 ribu, Pertamina klaim pasokan Madina mulai normal

      Pertalite tembus Rp20 ribu, Pertamina klaim pasokan Madina mulai normal

      2 Februari 2026 13:13

      Pemkab Madina gandeng UMA kembangkan budidaya Pisang unggulan

      Pemkab Madina gandeng UMA kembangkan budidaya Pisang unggulan

      31 Januari 2026 22:52

      Pertemuan Bupati Madina dan Lemhannas perkuat ketahanan nasional dari daerah

      Pertemuan Bupati Madina dan Lemhannas perkuat ketahanan nasional dari daerah

      31 Januari 2026 22:50

      Bupati Madina serahkan santunan anak yatim, soroti bahaya narkoba

      Bupati Madina serahkan santunan anak yatim, soroti bahaya narkoba

      30 Januari 2026 16:42

      3.990 PPPK paruh waktu resmi terima SK dari Bupati Madina

      3.990 PPPK paruh waktu resmi terima SK dari Bupati Madina

      30 Januari 2026 16:40

      Terkini

      • AKBP Jhon Sitepu sambut kepengurusan PWI Serdang Bedagai

        AKBP Jhon Sitepu sambut kepengurusan PWI Serdang Bedagai

        33 menit lalu

      • MA benarkan Wakil Ketua PN Depok terkena OTT KPK

        MA benarkan Wakil Ketua PN Depok terkena OTT KPK

        51 menit lalu

      • KPK periksa mantan Menteri BUMN Rini Soemarno pada kasus jual beli gas

        KPK periksa mantan Menteri BUMN Rini Soemarno pada kasus jual beli gas

        1 jam lalu

      • Kodam I/BB selesaikan pembersihan SD MIN 7 di Tapanuli Tengah

        Kodam I/BB selesaikan pembersihan SD MIN 7 di Tapanuli Tengah

        1 jam lalu

      • Polda: SPPG Polres Mandailing Natal tingkatkan kualitas generasi muda

        Polda: SPPG Polres Mandailing Natal tingkatkan kualitas generasi muda

        1 jam lalu

      Foto

      Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

      Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

      Pemantauan penyaluran MBG di Medan

      Pemantauan penyaluran MBG di Medan

      Pelindo Multi Terminal layani kapal bantuan korban bencana di Belawan

      Pelindo Multi Terminal layani kapal bantuan korban bencana di Belawan

      Pangdam l/BB Tinjau Pembangunan Jembatan Aramco di Langkat 

      Pangdam l/BB Tinjau Pembangunan Jembatan Aramco di Langkat 

      KPP Pratama Lubuk Pakam Perkuat Pelayanan Prima Berbasis Coretax, Hadirkan Loket Tambahan hingga Layanan Akhir Pekan. 

      KPP Pratama Lubuk Pakam Perkuat Pelayanan Prima Berbasis Coretax, Hadirkan Loket Tambahan hingga Layanan Akhir Pekan. 

      Terpopuler

      Polda Sumut: Operasi Toba 2026  tingkatkan kesadaran berlalu lintas

      Polda Sumut: Operasi Toba 2026 tingkatkan kesadaran berlalu lintas

      Parlindungan resmi jabat Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumut

      Parlindungan resmi jabat Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumut

      Ini yang dilakukan Pemkot Pematangsiantar optimalkan Terminal Tanjung Pinggir

      Ini yang dilakukan Pemkot Pematangsiantar optimalkan Terminal Tanjung Pinggir

      Musda XI Golkar Sumut tetapkan Andar Amin Harahap Ketua DPD secara aklamasi

      Musda XI Golkar Sumut tetapkan Andar Amin Harahap Ketua DPD secara aklamasi

      Komisi VIII DPR kunjungan kerja spesifik ke Deli Serdang

      Komisi VIII DPR kunjungan kerja spesifik ke Deli Serdang

      Antara News sumut
      sumut.antaranews.com
      Copyright © 2026
      • Top News
      • Terkini
      • RSS
      • Twitter
      • Facebook
      • Berita Sumut
      • Regional
      • Ekonomi Dan Bisnis
      • Hukum Dan Kriminal
      • Olahraga
      • Editorial
      • Peristiwa
      • Ketentuan Penggunaan
      • Tentang Kami
      • Pedoman
      • Kebijakan Privasi
      • BrandA
      • ANTARA Foto
      • Korporat
      • PPID
      • www.antaranews.com
      • Antara Foto
      • IMQ
      • Asianet
      • OANA
      notification icon
      Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com