Dari pantauan wartawan, Jumat (22/2) banyak jalan berlubang mulai dari Desa Mampang hingga ke Langgapayung. Antrian panjang kendaraan terjadi setiap harinya hingga 1 kilometer.
Pedagang mingguan setiap hari kamis yang berjualan di Pekan Langgapayung merasa terganggu aktifitasnya dan sedikit merugi karena susah untuk datang berbelanja.
Warga Langgapayung Dahrial Batubara menyampaikan bahwa jalan yang rusak ini sudah lebih kurang dua bulan atau tiga bulan yang lalu.
Bantuan perbaikan dari pemerintahan hingga saat ini belum terealisasi, yang ada hanya swadaya masyarakat memperbaiki jalan yang merupakan status Nasional ini.
Akibat dari jalan yang rusak ini, kata Dahrial Batubara banyak polusi udara yang menganggu kesehatan masyarakat.
"Harapan saya kepada Pemerintah semoga jalan ini cepat diperbaiki banyak kendaraan pengangkut barang yang terpuruk," katanya.
Pewarta: Kurnia HamdaniEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.