Tebing Tinggi(Antaranews Sumut)-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebing Tinggi gelar Kursus Kepemiluan bagi masyarakat mulai 8 Desember hingga 13 Desember 2019 di aula KPU Jl.RSU Kumpulan Pane Tebing Tinggi.
Dalam kursus kepemiluan, Ketua KPU Kota Tebing Tinggi Abdul Khalid sebagai nara sumber memberikan pencerahan tentang Pemilihan Umum di Indonesia yang pertama dilaksanakan tahun 1955 dan dianggap paling demokratis di Indonesia dan itu tercatat dalam sejarah..
Pemilu 2019 yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019 merupakan Pemilu yang paling terbesar sedunia dengan melibatkan sekitar 185 juta pemilih, dan jika berjalan demokratis maka menjadi cacatan sejarah baru Dunia,ucapnya.
Ketua KPU Tebing Tinggi mengakui Pemilu 2019 juga Pemilu yang paling rumit karena menggabungkan sistem pemilu antara langsung (Presiden) dan proposional (Legislatif) sehingg harus dilaksanakan sosialisasi yang rutin kepada masyarakat khususnya di Tebing Tinggi.
Selain sosialisasi, juga pelaksanaan pemilu 2019 harus menyiapkan struktur yakni KPU, Bawaslu, DKPP, infrastruktur yakni segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan baik itu perangkat hukum hingga logistik di TPS dan periode penyelenggaraan atau tahapan.
Dan Untuk logistik Pemilu 2019 baru 80% yang sudah masuk di KPU Tebing Tinggi,dan mudah-mudahan kekuranganya segera pula masuk ke Tebing Tinggi.
Khalid berharap dengan diadakannya kursus kepemiluan ini akan dapat mendorong berpartisipasi masyarakat semakin tinggi dan pemilu semakin lancar, karena masyarakat semakin memahami memahami proses kepemiluan tahun 2019 nantinya.