Medan, 22/10 (Antara) - Operasi Pasar atau OP beras Bulog Sumatera Utara sejak 2 Oktober masih sedikit atau hanya 500 kilogram akibat kurang diminati masyarakat.
Humas Bulog Sumut, Rudy Adlyn di Medan, Rabu, mengakui, OP beras yang digelar Bulog Sumut kurang diminati pembeli.
Minat beli yang rendah itu diduga karena harga jual beras di Medan tidak mengalami gejolak atau kenaikan harga.
Harga beras di Kota Medan masih di kisaran Rp8.500 -Rp11ribuan per kg.
Pembelian beras OP yang sepi itu terlihat di semua pasar tradisional tempat OP digelar.
"Penjualan beras OP memang masih sedikit atau masih hanya 500 kilogram dari rencana 1 hingga 2 ton per hari," katanya.
Dia menjelaskan, Bulog Divre Sumut, melakukan OP beras premium sesuai perintah Pemerintah Pusat di sejumlah provinsi.
OP pertama dilakukan serentak 2 Oktober dengan daerah lain yang disaksikan Presiden Joko Widodo dari Jakarta.
Adapun pasar lokasi OP ada di tiga pasar tradisional Kota Medan yaitu Pasar Sukaramai, Pasar Aksara dan Pasar Petisah.
Meski tidak atau belum diminati, tetapi, Bulog Sumut terus melakukan OP sesuai arahan pemerintah pusat.
Harga beras premium yang di OP-kan mulai dari Rp9.200 hingga Rp10.000 per kg.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono, mengatakan, Sumut berharap terus mengalami deflasi agar inflasi sepanjang tahun 2015 bisa semakin rendah.
Dia mengaku, di bulan September, Sumut sudah mengalami deflasi dengan besaran 0,70 persen setelah daerah itu mengalami inflasi sejak April.
"Deflasi di September semakin menggembirakan karena semua daerah yang dijadikan IHK (indeks harga konsumen) juga mengalami deflasi," katanya.
Deflasi di Medan pada September lalu antara lain dipicu penurunan harga cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, udang, minyak goreng, kelapa dan angkutan udara.
Sumut, ujar Wien, berupaya menekan inflasi 2015 jauh lebih rendah dari tahun 2014 dan 2013 yang sempat mencapai 8,17 persen dan 10,18 persen.***3***
