Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution segera menggelontorkan sekitar 15.700 ton beras murah lewat operasi pasar guna mengintervensi harga beras di pasaran.

"Jadi gambaran umumnya saya sampaikan ada 15.700 ton beras yang akan dibagikan untuk intervensi pasar dari Bulog. Bisa dijual dengan harga maksimal Rp13.100 per kilogram," ucap Bobby di Medan, Kamis.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumut telah berkomunikasi dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog sebagai upaya pengendalian harga beras.

Lewat operasi pasar di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara secara serentak, maka diharapkan masyarakat Sumut tidak lagi mengeluhkan tingginya harga bahan pokok tersebut.

Kementerian Dalam Negeri pekan lalu mencatat, terdapat 14 provinsi berkontribusi atas kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), dan Sumatera Utara memberikan andil paling besar sekitar 3,58 persen.

"Kita sudah ada MoU (nota kesepahaman) dengan Bulog untuk operasi pasar ini," ujar Bobby.

Gubernur menyebutkan, Perum Bulog menargetkan operasi pasar di kabupaten/kota se-Sumatera Utara akan dilakukan setiap bulan dan meminta para kepala daerah untuk menyiapkan skema guna membuka pasar murah di beberapa tempat.

"Kalau masing-masing ambil 500 ton, sudah bisa kita operasi pasar. Kita buat serentak sekaligus di seluruh daerah. Tinggal skemanya, ada kerja sama atau MoU antara pemerintah daerah dengan Bulog," katanya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto menyebutkan, dukungan pemerintah daerah bisa mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke masyarakat.

"Secara otomatis juga akan mampu membuat harga beras lebih stabil," tuturnya.

Penyaluran beras SPHP itu bisa dilakukan, diantaranya melalui pengecer di pasar rakyat, lalu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, gerai pangan binaan pemerintah daerah, dan BUMN bergerak di bidang pangan.

"Dengan memaksimalkan penyaluran beras SPHP itu, membuat target 600 ton per hari, sudah terealisasi mempercepat sampai ke masyarakat," ucap Budi.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026