Langkat, Sumut, 12/10 (Antara) - Kondisi Sungai Pelawi di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berubah warna hijau kebiru-biruan diduga tercemar limbah pabrik yang berlokasi di hulu sungai.
"Sudah sejak sebulan terakhir ini air Sungai Pelawi berubah warna," kata seorang warga di sekitar Sungai Pelawi, Yusuf di Babalan, Senin.
Yusuf menduga tercemarnya air Sungai Pelawi kemungkinan adanya pabrk-pabrik di hulu sungai yang membuang limbahnya ke sungai. Hal itu menyebabkan warga sekitar sungai enggan mencuci, mandi maupun mempergunakan air tersebut untuk keperluan lain.
Selain itu air sungai ini juga dimanfaatkan PDAM Tirta Wampu dialirkan untuk kebutuhan pasokan sumber air masyarakat di sana.
"Ini jelas merugikan bagi PDAM karena mereka menyuplai air bagi kebutuhan masyarakat yang ada," katanya.
Yusuf menegaskan biasanya air sungai berwarna bening atau keruh bila turun hujan. Namun belakangan ini berwarna hijau kebiru-biruan diduga ada pabrik kelapa sawit yang membuang limbahnya ke sungai tersebut.
Setiap kali hujan turun beberapa jam terlihat air mulai dicemari limbah sehingga berubah warna menjadi hijau kebiru-biruan.
"Kami berharap Pemkab Langkat memberikan sanksi tegas kepada pabrik ataupun perusahaan yang sengaja membuang limbahnya ke sungai itu," katanya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Langkat Iskandar Zulkarnaen yang dihubungi menjelaskan baru mengetahui informasi tersebut. Namun demikian dalam waktu dekat segera memerintahkan anggotanya untuk mengambil sample air tersebut.
"Kita akan ambil sample air untuk kita bawa ke laboratorium untuk diperiksa apakah ada limbah yang mencemari sungai tersebut dan berbahaya bagi masyarakat sekitar sungai," katanya.
Iskandar menegaskan setelah sample diambil hasilnya didapat nanti disampaikan kepada masyarakat sekitarnya agar mengetahui apakah memang ada pencemaran di sungai tersebut akibat limbah pabrik.
