Medan, 6/8 (Antara) - Permintaan benih kelapa sawit di dalam negeri masih tetap tinggi meski harga jual tandan buah segar, termasuk minyak sawit mentah atau crude palm oil tahun 2015 cenderung menurun."Permintaan yang tinggi ditandai dengan masih banyaknya pembelian kecambah ke PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) hingga semester I," kata Direktur PPKS Hasril Hasan Siregar di Medan, Kamis.Pada semester I tahun 2015, penjualan kecambah PPKS sudah mencapai 13,6 juta dari yang ditargetkan tahun 2015 sebanyak 25 juta."Hingga semester I, penjualan sudah lebih 50 persen. Jadi PPKS optimistis target penjualan kecambah tahun ini bisa tercapai," katanya.Harga kecambah PPKS sekitar Rp7.500 per buah, sedangkan untuk bibit di kisaran Rp29.000.Melihat masih tingginya permintaan, Hasril menyebutkan, harga jual CPO yang rendah tidak atau belum membuat pengusaha atau petani berhenti berbisnis sawit."Biasanya memang begitu. Di saat harga kurang membaik, pengusaha sawit berinvestasi dengan perhitungan untuk meraih untung saat harga bagus," katanya.Apalagi dewasa ini, ujarnya, tanaman sawit yang menggunakan bibit unggul sudah bisa menghasilkan buah pasir di umur 2,8 hingga 3 tahunan.Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Setia Dharma Sebayang mengakui, perusahaan tetap membutuhkan kecambah/benih sawit untuk tetap eksis dalam bisnisnya."Kalaupun tidak untuk kebutuhan areal baru/pengembangan, bibit diperlukan guna kepentingan peremajaan tanaman," katanya.Dia mengakui, harga CPO di dalam negeri sedang turun pada tahun 2015.Hingga Juni misalnya harga CPO hanya rata-rata sekitar Rp7.700 per kg dan diperkirakan akan turun lagi menjadi hanya di kisaran Rp7.100 per kg pada semester II akibat ada panen puncak di Agustus-September..Dengan kondisi itu, maka harga rata-rata CPO tahun ini diperkirakan hanya sekitar Rp7.300-Rp7.400 per kg dari tahun 2014 yang masih Rp7.800- Rp7.900 per kg. ***3***(T.E016/B/F.C. Kuen/F.C. Kuen)
Permintaan Benih Sawit Masih Tetap Tinggi
Kamis, 6 Agustus 2015 15:15 WIB 2513
