Samosir, Sumut, 24/12 (Antara) - Tingkat okupansi kamar sejumlah hotel di kawasan Danau Toba Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menjelang Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, turun lebih rendah dari tahun sebelumnya.
"Pesanasn untuk Natal (20-25 Desember 2014) 40 persen, Tahun Baru (30-31 Desember 2014 dan 1 Januari 2015) 50 persen, dan ada juga yang membatalkan pesanan," ungkap Manager Hotel Dumasari Tuktuk Siadong, K Manik, Rabu.
Menurut Manik, menurunnya tamu hotel dibandingkan tahun 2013, disebabkan perilaku warga yang belum sepenuhnya mendukung program pengembangan wisata daerah.
Terkesan belum siap menjadi tuan rumah yang baik, masih tidak peduli dengan kebersihan lingkungan, kurang bersahabat sehingga membuat pengunjung tidak betah berlama-lama, ujar Manik.
Rendahnya hunian hotel, membuat pihak pengelola tidak mau mengambil risiko dengan mengadakan hiburan atau penawaran khusus kepada pengunjung.
"Kita tidak berani, karena tidak ada jaminan pengunjung akan ramai, hiburan sekadarnya saja," kata Manik.
Manajemen Hotel Ambaroba Tuktuk Siadong bahkan memberlakukan tarif normal dan tidak menawarkan hal-hal yang spesial bagi para tamunya.
"Adanya hiburan nanti, acara spektakuler kembang api dari Dinas Pariwisata di perairan Danau Toba dan panggung terbuka (darat), saat malam pergantian tahun," sebut Pengawas Hotel Ambaroba, Dj Tambunan.
Untuk okupansi kamar pada Natal (25 Desember 2014) tidak sampai 50 persen, sedangkan untuk tahun baru (30-31 Desember 2014 dan 1 Januari 2015) sudah penuh (full booking), sebut Tambunan. ***2***
(T.KR-WRS/C/Suparmono/Suparmono)
