Medan (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menandai 50 tahun perjalanan perseroan dengan meneguhkan eksistensi dalam mendukung industri aluminium nasional.
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menyebutkan, lima dekade perjalanan perusahaan bukan semata tentang lamanya usia, melainkan konsistensi Inalum menjaga relevansi, ketangguhan, dan kontribusi nyata bagi Indonesia.
"Lima puluh tahun menjadi penanda bahwa Inalum terus bertumbuh bersama Indonesia. Sejak awal berdiri, Inalum hadir sebagai industri pengolahan aluminium yang memanfaatkan energi hijau," kata Melati dalam keterangan tertulis di Medan, Kamis (22/1).
Inalum, lanjut dia, hingga hari ini tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat bagi masyarakat.
Memasuki usia emas, Inalum memaknai perjalanan itu tidak hanya melalui seremoni, tetapi juga keberpihakan dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Seiring terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera, Inalum memutuskan untuk meniadakan acara Selebrasi HUT ke - 50 ini.
"Selebrasi berupa panggung hiburan, dan jalan santai biasanya digelar bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional didedikasikan seluruhnya pada kegiatan sosial, yakni memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat," tutur Melati.
Menurutnya, inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan, dan sekaligus empati terhadap kondisi kemanusiaan di tiga provinsi Sumatera.
Selaras dengan prinsip keberlanjutan dan peran Inalum sebagai BUMN strategis yang terus tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.
Perjalanan 50 tahun Inalum juga ditandai dengan capaian kinerja mencerminkan kekuatan fondasi perusahaan.
"Sepanjang 2025, Inalum mencatatkan prestasi pencapaian all time high production 280.082 MT dan all time high sales 280.141 MT. Artinya, Inalum mencapai jumlah produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah operasional perusahaan," jelas Melati.
Sebagai perusahaan BUMN di industri aluminium terintegrasi, Inalum mengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan memproduksi aluminium primer memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan pasar ekspor.
Didirikan pada 6 Januari 1976 sebagai perusahaan patungan Indonesia–Jepang, Inalum sepenuhnya menjadi milik Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 2013.
Adapun syukuran usia emas 50 tahun Inalum dilaksanakan secara hybrid dari Jakarta, Kuala Tanjung, dan Paritohan sebagai simbol sinergi operasional industri aluminium nasional.
Inalum juga mengadakan operasi katarak gratis bagi masyarakat, dan gerakan donor darah bersama PMI Batu Bara di Tanjung Gading, Sumatera Utara.
"Sempat menjadi holding industri pertembangan di tanah air pada 2018..Sejak 2023, Inalum berstatus anggota holding BUMN industri pertambangan MIND ID (Mining Industry Indonesia), dan memperkuat perannya mendukung kemandirian industri strategis nasional," tegas Melati.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026