Bank Indonesia (BI) optimistis perekonomian Sumatera Utara dapat tumbuh pada kisaran 2,5 sampai 3,3 persen pada akhir 2021 seiring dengan adanya pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat.

"Ekonomi Sumut diperkirakan bisa tumbuh 2,5-3,3 persen meski dengan bias ke bawah," kata Kepala BI Kantor Perwakilan Sumut, Soekowardojo di Medan, Rabu (5/10).

Ia menyakini pertumbuhan positif yang lebih baik dari minus 1,07 persen di 2020 ini juga dipengaruhi oleh membaiknya kegiatan usaha di berbagai sektor serta mobilitas masyarakat yang semakin lancar.

Baca juga: Wagubsu: "Toba Festival Jou-Jou" mendorong kebangkitan ekonomi Sumut

Selain itu, pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 yang semakin meningkat dan terus menurunnya angka positif COVID-19 juga memberikan sentimen positif terhadap perekonomian Sumut kedepannya.

"Harapannya perekonomian Sumut di triwulan IV semakin membaik," katanya.

Sebelumnnya, perekonomian Sumut pada triwulan II-2021 tercatat tumbuh 4,95 persen dibandingkan periode sama 2020. Tren kenaikan ini juga sudah terlihat sejak triwulan I-2021 yang tumbuh 1,83 persen.

Dalam kesempatan ini, Soekowardojo menyebutkan harga komoditas pangan strategis yang.masih terkendali atau di batas wajar bisa membantu stabilitas laju inflasi di wilayah itu.

Melalui pengendalian harga tersebut, ia menyakini, tingkat inflasi Sumut pada 2021 bisa terjaga pada kisaran 3 plus minus 1 persen sesuai dengan sasaran angka inflasi nasional.

"Dengan inflasi yang terjaga, maka pertumbuhan ekonomi bisa terus terdorong naik," ujar Soekowardojo.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021