Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meyakini penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di daerah itu akan berkembang cepat.

"Tujuan penggunaan QRIS untuk mempermudah dan menstandarisasi transaksi nontunai yang menggunakan aplikasi. Jadi BI yakin perkembangan QRIS akan cepat di Sumut," ujar Kepala KPw BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat di Medan, Kamis.

Pascapelaksanaan sosialisasi penggunaan QRIS, Wiwiek memperkirakan, akan ada peningkatan pengguna QRIS sebesar 200 persen atau naik dua kali lipat dari 108 ribu pengguna QRIS di Sumut saat ini.

Baca juga: Virzha dan Mamak Gardam gemparkan Sibolga lewat Pekan QRIS

Target tersebut merupakan jangka pendek dan jika semuanya berjalan baik, sampai akhir tahun 2020 diperkirakan jumlah merchant pengguna QRIS akan mencapai 1 juta.

Untuk mencapai target itu, Wiwiek mengungkapkan sosialisasi penggunaan QRIS akan terus dilanjutkan termasuk ke jajaran Pemerintah Provinsi Sumut hingga para pedagang di sejumlah pasar tradisional.

Baca juga: BI Pematangsiantar gelar media briefing peluncuran sistem pembayaran QRIS

Dengan QRIS, pemilik merchant diuntungkan dengan terjadinya peningkatan penjualan dan tak bisa menolak lagi QR-QR code yang digunakan.

Sementara konsumen juga untung dengan kemudahan tidak perlu lagi mencari-cari aplikasi dompet digital yang cocok untuk melakukan transaksi pembayaran.
 

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020