Tapanuli Selatan (ANTARA) - Polemik Pergantian Antar Waktu (PAW) DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel) dari Fraksi Partai NasDem atas nama ESS hingga kini masih menjadi perhatian publik. Kekosongan kursi DPRD Tapsel Dapil 5 yang belum terisi memunculkan berbagai desakan agar proses sengketa internal partai segera diselesaikan.

Ketua DPD Partai NasDem Tapsel H. Maas Siagian, menegaskan bahwa proses sengketa internal partai saat ini telah memasuki tahap akhir di Mahkamah Partai NasDem.

“Sengketa intern partai telah memasuki tahap akhir dari Mahkamah Partai. Mohon bersabar dua tiga hari ini untuk keputusan final,” ujar Maas Siagian saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/5).

Proses penyelesaian PAW tersebut masih menuai sorotan dari sejumlah kalangan. Publik menilai keterlambatan pengisian kursi DPRD Dapil 5 berdampak terhadap representasi masyarakat di parlemen daerah.

Ketua Harian DPP Lembaga Rakyat Awasi, Andina Siagian, meminta Mahkamah Partai NasDem bersikap transparan dan profesional dalam menyelesaikan perkara tersebut. Ia menilai kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Jangan sampai mekanisme internal partai justru membunuh demokrasi dan menghambat hak masyarakat untuk mendapatkan wakilnya di parlemen,” katanya.

Kondisi itu, lanjutnya, dinilai merugikan masyarakat karena aspirasi konstituen daerah pemilihan 5 Tapsel belum terwakili secara maksimal di DPRD.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026