Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menekankan pentingnya regulasi pengungsi agar tidak menimbulkan persoalan sosial, ekonomi mau pun potensi tindak kriminal di tengah masyarakat.

"Kita ingin memastikan penanganan pengungsi ini benar-benar terintegrasi. Jangan sampai masyarakat kecil terdampak, baik secara ekonomi maupun keamanan," ucap Bobby usai menerima Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumut Parlindungan di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, Kamis.

Gubernur mendorong langkah konkrit dari pihak Imigrasi dan lembaga internasional, seperti Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR).

Kemudian, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) diminta agar mobilitas pengungsi tetap terkendali serta tidak melanggar aturan wilayah.

"Kami menginginkan penguatan kolaborasi dalam penanganan pengungsi luar negeri, dan peningkatan fasilitas layanan imigrasi di Sumut," tegasnya.

Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara per 20 April 2026, tercatat sebanyak 1.480 pengungsi dan 38 deteni tersebar di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.

"Aturan-aturan dari pemerintah pusat harus kita sesuaikan dengan kondisi di daerah agar tidak muncul masalah hukum di kemudian hari," ujar Bobby.

Gubernur juga menyatakan komitmen Pemprov Sumut dalam mendukung penyediaan sarana dan prasarana layanan imigrasi.

Pihaknya juga menyambut baik atas rencana pengembangan layanan satu atap agar lebih representatif guna memudahkan pelayanan masyarakat, dan warga negara asing.

"Kami mendukung penyediaan kantor atau gedung layanan. Kita tunggu koordinasi teknisnya agar pelayanan tidak terpencar, dan masyarakat lebih nyaman mendapat layanan imigrasi satu gedung," kata Bobby.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumut Parlindungan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemprov Sumut.

Dalam pertemuan itu, ia juga memaparkan perkembangan tugas keimigrasian pada empat Kantor Imigrasi di Sumut, serta upaya mitigasi terhadap berbagai persoalan orang asing.

"Kami berterima kasih atas waktu dan dukungan bapak Gubernur. Saat ini, kami terus memantau pergerakan pengungsi yang jumlahnya cukup signifikan di Sumut," ujar Parlindungan.

Pihaknya berkoordinasi atas rencana kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto ke Sumatera Utara dalam program kerja keimigrasian.

"Kami juga berkoordinasi dengan pusat terkait rencana kunjungan Menteri ke Sumatera Utara meninjau langsung program-program strategis keimigrasian,” katanya.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026