Medan (ANTARA) - Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mengapresiasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan terhadap warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, Sumatera Utara, saat melakukan kunjungan pengawasan ke lapas tersebut.
“Kunjungan ini untuk melihat bagaimana persiapan petugas, termasuk pelayanan terhadap warga binaan. Secara umum pembinaan di Lapas Kelas I Medan sudah berjalan dengan baik,” ujar Maruli di Medan, Rabu.
Dalam kunjungan itu, Maruli menyoroti kondisi kapasitas penghuni lapas yang masih mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity). Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama melalui optimalisasi program remisi dan pengurangan masa hukuman bagi warga binaan yang memenuhi syarat.
Ia mengatakan langkah tersebut diharapkan dapat membantu menormalkan kapasitas hunian lapas.
Selain itu, Maruli juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan pihak lapas, mulai dari pembinaan rohani hingga pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Menurut dia, kerja sama dengan Palang Merah Indonesia dalam memberikan pelatihan penanganan pertama terhadap warga binaan yang sakit atau mengalami cedera menjadi salah satu program positif yang perlu didukung.
“Warga binaan diberikan kemampuan penanganan pertama apabila ada yang sakit atau cedera sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Maruli juga menilai kondisi kebersihan lingkungan lapas, klinik kesehatan, hingga dapur dalam kondisi baik. Namun demikian, ia meminta adanya peningkatan sarana dan peralatan dapur guna menunjang pelayanan bagi warga binaan.
“Nanti akan kita dorong ke kementerian agar kekurangan berkaitan dengan peralatan dapur bisa dipenuhi,” ujarnya.
Ia turut menilai fasilitas ruang kunjungan keluarga di lapas tersebut cukup nyaman bagi masyarakat yang datang membesuk warga binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan Fanika Affandi mengatakan pihaknya terus memperkuat pengawasan internal sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Menurut dia, jajaran petugas pemasyarakatan telah melaksanakan ikrar dan penguatan komitmen dalam menjalankan tugas pengawasan secara ketat.
Selain itu, pihak lapas juga telah menerapkan aplikasi Sistem Pengawasan Pimpinan (Simwas Pim) guna mendukung pengawasan berjenjang terhadap berbagai langkah strategis di lingkungan lapas.
“Pengawasan sudah mulai dilakukan secara berjenjang sehingga penanganan dan langkah strategis bisa berjalan lebih optimal,” ujar Fanika.
Ia menambahkan mayoritas warga binaan di Lapas Kelas I Medan saat ini merupakan narapidana kasus narkotika.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.