Jakarta (ANTARA) - Komisi Yudisial mengumumkan sebanyak 139 calon hakim agung dan 81 calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung lolos seleksi administrasi, sebagai bagian dari upaya pengisian kebutuhan hakim dan penguatan kualitas peradilan.

Pengumuman tersebut tertuang dalam tiga keputusan resmi, yakni Pengumuman Nomor 5/PENG/PIM/RH.01.02/04/2026 tentang Hasil Seleksi Administrasi Calon Hakim Agung RI Tahun 2026, Pengumuman Nomor 3/PENG/PIM/RH.04.02/04/2026 tentang Hasil Seleksi Administrasi Calon Hakim Ad Hoc HAM di MA Tahun 2026, serta Pengumuman Nomor 4/PENG/PIM/RH.04.02/04/2026 tentang Hasil Seleksi Administrasi Calon Hakim Ad Hoc Tipikor di MA Tahun 2026.

Anggota KY sekaligus Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Andi Muhammad Asrun di Jakarta, Selasa, mengatakan seleksi administrasi dilakukan berdasarkan kelengkapan berkas dan kesesuaian persyaratan.

"KY telah menggelar rapat pleno pada Senin 20 April 2026 untuk menentukan para calon yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. KY menyatakan calon yang memenuhi syarat administrasi hanya 139 orang calon hakim agung, 20 orang calon hakim ad hoc HAM di MA, dan 61 calon hakim ad hoc Tipikor di MA," ujarnya.

Proses seleksi ini merupakan tindak lanjut atas permintaan Mahkamah Agung untuk mengisi kekosongan 11 jabatan hakim agung yang terdiri atas dua hakim agung kamar perdata, empat kamar pidana, dua kamar agama, dan tiga kamar tata usaha negara khusus pajak, serta kebutuhan dua hakim ad hoc HAM dan satu hakim ad hoc Tipikor.

Berdasarkan data KY, dari total 139 calon hakim agung, sebanyak 65 orang berasal dari kamar pidana, 28 orang perdata, 35 orang agama, dan 11 orang tata usaha negara khusus pajak.

Juru Bicara KY Anita Kadir menjelaskan komposisi calon juga mencerminkan kombinasi latar belakang profesi sebagai bagian dari penguatan kapasitas peradilan.

"Sebanyak 102 orang dari jalur hakim karier dan 37 orang dari jalur nonkarier. Para calon dari jalur nonkarier memiliki latar belakang profesi beragam, yaitu akademisi (20 orang), notaris (1 orang), pengacara (6 orang), dan profesi lainnya (10 orang)," kata Anita.

Dari sisi gender, calon hakim agung terdiri atas 116 laki-laki dan 23 perempuan. Sementara dari tingkat pendidikan, 100 orang bergelar doktor dan 39 orang bergelar magister.

Untuk calon hakim ad hoc HAM di MA berjumlah 20 orang, terdiri dari 4 akademisi, 9 pengacara, dan 7 profesi lainnya. Sedangkan 61 calon hakim ad hoc Tipikor berasal dari hakim, akademisi, jaksa, advokat, serta profesi lain yang relevan.

Tahapan berikutnya, para calon akan mengikuti seleksi kualitas pada 5–6 Mei 2026 di Jakarta, sebagai bagian dari penilaian kompetensi substantif.

"Karya profesi yang dimaksud berupa satu putusan pengadilan tingkat pertama dan satu putusan tingkat banding bagi hakim karier, dua surat tuntutan (requisitor) bagi jaksa, satu pembelaan dan satu gugatan atau dua gugatan atau dua pembelaan bagi advokat, dan dua karya ilmiah yang telah dipublikasikan bagi akademisi," ujar Anita.

Selain itu, KY membuka partisipasi publik untuk memberikan masukan terkait rekam jejak para calon sebagai bagian dari penguatan transparansi dan akuntabilitas seleksi.

"Masyarakat dengan identitas yang jelas diharapkan dapat memberikan informasi atau pendapat secara tertulis tentang rekam jejak (integritas, kapasitas, perilaku dan karakter) calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di MA Tahun 2026 paling lambat 5 Juni 2026," ujarnya.

Partisipasi publik dinilai penting untuk memastikan proses seleksi tidak hanya memenuhi aspek administratif dan kompetensi, tetapi juga integritas calon, guna memperkuat kepercayaan terhadap lembaga peradilan.

Masyarakat yang ingin mengetahui daftar lengkap hasil seleksi administrasi calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung dapat mengakses pengumuman resmi yang telah disediakan Komisi Yudisial melalui tautan berikut:

Pengumuman hasil seleksi administrasi calon Hakim Agung Republik Indonesia Tahun 2026.

Pengumuman hasil seleksi calon Hakim ad hoc Hak Asasi Manusia di Mahkamah Agung RI tahun 2026.

Pengumuman hasil seleksi administrasi calon Hakim ad hoc Tipikor di Mahkamah Agung RI tahun 2026.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KY umumkan 139 calon hakim agung lolos seleksi administrasi



Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026