Tapanuli Utara (ANTARA) - Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Tapanuli Utara mendesak aparat untuk melakukan penutupan atas operasional sejumlah tempat hiburan malam yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Sejumlah tempat hiburan malam seperti Cafe Amore yang berada di pintu masuk wilayah Kabupaten Tapanuli Utara serta Cafe LUTE di pusat Kota Tarutung, keberadaannya sangat meresahkan. Aparat terkait kita minta untuk segera bertindak melakukan penutupan operasionalnya," ujar Ketua KNPI Tapanuli Utara, Piter Sinaga, Rabu (8/4).
Disebutkan, operasional kedua cafe tersebut menjadi poin sorotan karena kerap dikeluhkan masyarakat dan berpotensi membawa dampak negatif terhadap generasi muda serta mencoreng citra daerah yang dikenal religius.
Menurut Piter, keberadaan tempat hiburan malam tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat hukum, serta mendesak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk segera melakukan evaluasi terhadap izin operasional tempat-tempat tersebut.
"Keberadaan tempat hiburan malam ini harus ditinjau kembali. Kami khawatir akan muncul praktik-praktik yang bertentangan dengan norma sosial, seperti potensi prostitusi serta perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial masyarakat Tapanuli Utara," sebutnya.
Selain itu, kondisi ini dinilai berpotensi merusak citra Tapanuli Utara yang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai religius dan kearifan lokal.
Piter menambahkan, pihaknya tidak serta-merta menolak keberadaan usaha hiburan, namun menekankan pentingnya pengawasan ketat dan penegakan aturan agar tidak melenceng dari ketentuan yang berlaku.
"Kami meminta pemerintah hadir dan tegas dalam menerapkan regulasi, dan jangan sampai aktivitas di sana yang meresahkan masyarakat dibiarkan tanpa pengawasan," imbuhnya.
"Apabila dalam waktu dekat pemerintah dan aparat hukum tidak melakukan penertiban, kami bersama organisasi lainnya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penertiban," tukas Piter.
