Medan (ANTARA) - BRI Regional Office 1 Medan menyayangkan aksi unjuk rasa ricuh yang terjadi di sekitar Kantor Cabang BRI Medan Iskandar Muda karena mengganggu operasional layanan dan menimbulkan kekhawatiran bagi nasabah.

Regional CEO BRI Medan, Novian Supriatno, di Medan, Jumat (8/5), mengatakan aksi tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas operasional serta pelayanan kepada masyarakat yang sedang bertransaksi.

“Aksi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan maupun kekhawatiran bagi masyarakat yang sedang bertransaksi,” ujar Novian.

Ia mengatakan BRI memahami penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara, namun pelaksanaannya harus tetap memenuhi ketentuan yang berlaku dan menjaga ketertiban umum.

“BRI memahami bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Namun demikian, aksi demo harus memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga sejalan dengan prinsip penyampaian aspirasi yang tertib dan sesuai hukum,” katanya.

Menurut dia, BRI berkomitmen menjaga kualitas layanan dan memastikan operasional tetap berjalan aman serta kondusif bagi nasabah maupun pekerja.

Selain itu, perseroan juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait untuk menjaga keamanan lingkungan kerja dan kenyamanan masyarakat.

Novian menegaskan BRI tidak mentolerir tindakan anarkis, intimidatif, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu pelayanan publik dan keamanan nasabah.

“Perseroan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait guna menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan operasional layanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman,” ujarnya.

Ia mengimbau seluruh pihak mengedepankan pendekatan yang sesuai hukum dan menjaga ketertiban umum agar tidak merugikan masyarakat luas.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan pendekatan yang sesuai hukum, menjaga ketertiban umum, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat luas,” kata Novian.



Pewarta: Aris Rinaldi Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026