Tapanuli Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara secara resmi menyalurkan bantuan isi hunian dan bantuan penguatan ekonomi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025. 

‎Bupati Taput JTP Hutabarat menekankan pentingnya kejujuran data dalam proses penyaluran bantuan seiring verifikasi faktual terus dilakukan untuk memastikan bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar berhak.

‎"Kami berharap masyarakat terdampak harus jujur dalam memberikan data agar tidak terjadi kekisruhan di lapangan. Seperti halnya hunian tetap yang dibangun sekarang, awalnya terdata 103 KK, namun setelah verifikasi dan keinginan warga menyatakan mundur secara mandiri, data menjadi 70 KK. Hal seperti ini sangat berdampak tidak baik. Kejujuran ini sangat kami hargai demi keadilan bagi seluruh warga," ujar Bupati Jonius, dalam keterangan tertulis Kominfo Taput diterima Antara, Minggu (29/3).

‎Harapnya, bantuan yang disalurkan tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan sebagai modal bangkit pascabencana. 

"Gunakan dana ini sebaik-baiknya untuk memulihkan kondisi rumah dan memulai kembali usaha ekonomi yang sempat terpuruk," sebutnya.

‎Plt Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Tapanuli Utara, Bontor Hutasoit dalam laporan tertulis menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

‎"Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp2.912.000.000 yang dialokasikan untuk 364 Kepala Keluarga yang tersebar di 11 kecamatan. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan total bantuan sebesar Rp 8.000.000, dengan rincian Rp 3.000.000 untuk pengisian perabotan hunian dan Rp5.000.000 untuk stimulan penguatan ekonomi," jelas Bontor.



Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026