Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengembangkan layanan kesehatan regional Program Berobat Gratis (Probis) guna mengantisipasi lonjakan pasien di rumah sakit pada tahun ini.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut Hamid Rijal Lubis mengatakan kebijakan ini diharapkan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat Sumut sesuai wilayah domisili.
"Sejak Probis diberlakukan tahun lalu, kami cermati terjadi lonjakan pasien di beberapa rumah sakit. Seperti Rumah Sakit Haji, Rumah Sakit Adam Malik, Rumah Sakit Royal Prima, dan Rumah Sakit Murni Teguh. Rata-rata keterisian tempat tidur melebihi 80 persen," kata Hamid di Medan, Jumat.
Layanan kesehatan Probis Sumut Berkah ini, lanjut dia, nantinya akan dikembangkan ke masing-masing wilayah regional di Sumut, seperti regional pantai timur. Kemudian layanan kesehatan regional dataran tinggi dan kawasan pariwisata di Sumatera Utara, serta penguatan layanan kesehatan di Kota Medan.
"Skema layanan ini kami kembangkan agar tidak terjadi penumpukan pasien di beberapa rumah sakit saja," tutur Hamid.
Selain itu, lanjutnya, Pemprov Sumut juga akan mengembangkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yakni puskesmas dan klinik, agar fasilitas kesehatan tersebut memiliki nilai tambah, sehingga akses layanan Probis Sumut Berkah tidak terpusat di rumah sakit.
Dinkes Sumut bersama BPJS Kesehatan pada 2025 telah membuat maklumat bersama 172 rumah sakit, 619 puskesmas, dan 510 klinik, untuk menyukseskan Probis Sumut Berkah ini.
"Kami juga membuat model untuk memaksimalkan layanan di FKTP ini, terutama layanan-layanan dasar yang dapat dilayani di sini, tidak perlu ke rumah sakit," terang Hamid.
Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM Rumah Sakit Haji Medan Ridesman Nasution mengakui bahwa terjadi peningkatan jumlah pasien di rumah sakit tersebut.
Peningkatan tersebut, lanjut dia, sebagai dampak pemberlakuan Universal Health Coverage (UHC) yaitu Probis Sumut Berkah terhitung awal Oktober 2025.
"Pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026 tercatat sebanyak 431 pasien dari 20 kabupaten/kota di Sumut mengakses layanan Probis," kata Ridesman.
Probis Sumut Berkah ini menjadi bagian Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution.
"Pasien paling banyak itu berasal dari Deli Serdang berjumlah 287 pasien, selebihnya dari Medan, Karo, Labuhanbatu dan lainnya," ujar Ridesman.
