Langkat (ANTARA) - Pemkab Langkat melalui Sekretaris Daerah Amril, S.Sos, M.AP secara resmi melaksanakan Kick Off Meeting Program Sehat Hamil dan Menyusui Setiap Saat (Sehati Bunda) serta Optimalisasi Peran Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), bertempat di Langkat Command Center (LCC) Kantor Bupati Langkat, Seni.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Langkat dalam memperkuat upaya pencegahan stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi, melalui pendekatan kesehatan maternal berkelanjutan yang dimulai sejak masa kehamilan, persalinan hingga nifas, serta penguatan sistem berbasis komunitas.
Kepala Dinas PPKB dan PPA Kabupaten Langkat, Indri Nugraheni, SE, MM, Akt menyampaikan bahwa saat ini angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Langkat masih berada pada angka 189 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara target nasional pada akhir tahun 2025 adalah 122, atau turun sekitar 35 persen, dan ditargetkan kembali menurun menjadi 77 pada tahun 2029.
Ia menjelaskan, tingginya angka kematian ibu tidak semata-mata disebabkan faktor klinis, namun juga dipengaruhi oleh keterlambatan pengambilan keputusan untuk mencari pertolongan, keterbatasan akses transportasi menuju fasilitas kesehatan, serta keterlambatan penanganan akibat keterbatasan sumber daya di fasilitas layanan kesehatan.
Program Sehati Bunda dilaksanakan oleh Yayasan Cipta dengan dukungan kemitraan Population Services International (PSI), serta Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas PPKB dan PPA. Program ini berfokus pada peningkatan kesehatan ibu secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran komunitas yang disesuaikan dengan potensi dan tantangan daerah.
Tujuan pelaksanaan program ini antara lain untuk memperkenalkan konsep, tujuan, pendekatan, serta rencana implementasi Sehati Bunda kepada para pemangku kepentingan di daerah, sekaligus membangun komitmen kolaboratif lintas sektor mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, dan keluarga.
Dalam sambutannya, Bupati Langkat Syah Afandinmelalui Sekda menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Langkat sebagai wilayah percontohan program Sehati Bunda, tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi juga satu-satunya di Indonesia.
“Kita patut bersyukur karena Kabupaten Langkat dipercaya menjadi lokasi percontohan program Sehati Bunda. Ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Tentu hal ini harus kita dukung bersama dengan komitmen dan kerja nyata,” tegas Bupati.
Selain peluncuran program, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penguatan peran kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di desa-desa wilayah dampingan, khususnya di Kecamatan Secanggang dan Wampu.
Para kader TPK diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendampingi keluarga dan memastikan layanan kesehatan dasar dapat menjangkau langsung masyarakat.
Bupati Langkat juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, baik perangkat daerah maupun para pemangku kepentingan terkait, agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Ia berharap program Sehati Bunda dapat menjadi energi baru dalam penggerakan di lapangan, serta menghadirkan dampak nyata melalui optimalisasi peran TPK sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat komunitas dan keluarga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri secara daring melalui zoom meeting oleh Executive Director Yayasan Cipta, Dini Haryati, Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Yusrizal Batubara, S.Sos, MM, Program Koordinator Sehati Bunda Batari Rahmadhani, serta Dinar Pandan Sari.
Turut mendampingi Sekda Langkat dalam kegiatan tersebut, District Officer Program Sehati Bunda Kabupaten Langkat, Zailani Ahmad, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat N Endang Kurniasih Syah Afandin beserta pengurus, para camat, serta kepala desa wilayah dampingan Program Sehati Bunda.
