Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution inisiasi kolaborasi antara bank pembangunan daerah (BPD) se-Sumatera guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam pembangunan.
"Ada tiga sektor yang bisa dilakukan bersama antar-bank daerah di Pulau Sumatera," ucap Bobby saat menerima Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, Kamis (20/11).
Yakni, lanjut Bobby, investasi terintegrasi, sindikasi pembiayaan regional, dan konsorsium tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Gubernur mengatakan, ketiga sektor ini digunakan untuk melakukan pembiayaan program-program prioritas masing-masing provinsi.
"Apalagi kita tahun 2026 terjadi penyesuaian dana transfer ke daerah. Jadi kita perlu terus berinovasi agar pembangunan di daerah tetap berjalan maksimal,” kata Bobby.
Kolaborasi antara BPD se-Sumatera ini, lanjut dia, juga akan membuat pendanaan suatu program prioritas daerah akan lebih baik.
Hanya saja, menurutnya, setiap daerah memiliki prioritas masing-masing, walau sebagian prioritas tersebut tidak jarang beririsan dengan provinsi lain.
"Di sinilah kita butuh kolaborasi yang kuat, dengan provinsi lain guna merumuskan pembangunan apa yang kita lakukan bersama-sama," tuturnya.
"Memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat, dan membantu Sumatera tumbuh lebih baik lagi," ungkap Bobby.
Kepala BI Perwakilan Sumut Rudy Brando Hutabarat mengaku, bahwa infrastruktur bagian penting dalam pembangunan Sumatera.
Infrastruktur yang baik, menurutnya, akan mendorong banyak sektor ekonomi terutama industri dan pariwisata.
"Infrastruktur akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, bisa menurunkan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) karena di Sumatera ini masih cukup tinggi. Mudah-mudahan skema kolaborasi BPD ini cepat kita realisasikan," kata Rudy.
