Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menerima tanda kehormatan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Bobby merupakan salah satu penerima tanda kehormatan dari Presiden pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada di Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Penghargaan ini diberikan Presiden atas jasanya terhadap peningkatan produksi padi atau beras, sehingga Provinsi Sumut mengalami surplus pada 2025.
Produksi padi Sumut pada 2025 mencapai 2,75 juta ton gabah kering giling (GKG) dan produksi jagung sebesar 1,2 juta ton.
Hal ini turut berkontribusi atas capaian swasembada pangan nasional yang diumumkan oleh Presiden Prabowo.
Presiden mengatakan, swasembada pangan merupakan kemenangan penting Indonesia karena tidak ada bangsa yang merdeka, jika pangan tidak tersedia untuk rakyat.
"Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan tergantung bangsa lain," ujar Presiden.
Dikatakan Presiden, Covid-19 membuka mata dan merupakan suatu peringatan bagi Bangsa Indonesia.
Saat Covid-19 melanda dunia, tidak ada negara yang mau menjual beras kepada Indonesia.
"Ini sudah dibuktikan, begitu ada Covid-19, negara yang punya beras tidak mau jual ke kita. Waktu covid, membuka mata. Waktu covid, pandemi adalah peringatan bagi Bangsa Indonesia jangan mau, jangan lengah, jangan tergantung bangsa lain, apalagi untuk makan,” kata Presiden.
Presiden menyatakan, Negara Indonesia yang begitu makmur karena memiliki potensi yang melimpah seharusnya tidak bergantung dengan negara lain untuk urusan pangan.
Presiden juga menyebutkan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dikaruniai oleh bumi yang luas, kaya dan tanah yang subur.
"Tidak masuk di akal saya bagaimana negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor pangan, tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” ujar Presiden.
