Medan (ANTARA) - Suasana sore di Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mendadak ramai.
Kehadiran Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution yang mampir ke warung kopi di kelurahan itu langsung menyedot perhatian warga sekitar.
Hal ini terjadi di sela-sela kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto untuk ketiga kalinya meninjau kondisi terkini pascabencana di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12).
Gubernur memilih menunggu agenda Presiden berikutnya dengan cara sederhana, yakni duduk, dan ngopi bersama warga tanpa jarak, serta protokoler berlebihan.
Bobby terlihat santai duduk satu meja bersama Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu.
Sambil berbincang ringan, mereka menunggu persiapan Kepala Negara yang akan melanjutkan kegiatan di Posko Pengungsian.
Kehangatan suasana semakin terasa ketika Bobby melayani permintaan swafoto warga ditemuinya saat menyeberang jalan menuju warung kopi.
Senyum dan sapa singkatnya cepat menyebar, dan mengundang warga hingga pengguna jalan melintas di depan Kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional I Batangtoru untuk mendekat.
Tak butuh waktu lama, meja-meja warung kopi yang semula lengang berubah penuh.
Warga secara bergantian menghampiri, mengajak bersalaman, dan mengabadikan momen bersama Gubernur Bobby dan para pejabat negara ini.
Ada yang datang bersama keluarga, ada pula pengendara berhenti mendadak, dan bahkan lupa membuka helm karena terlalu antusias.
Meski dikerubungi warga, Bobby tetap melayani satu per satu warga sekitar dengan ramah hampir satu jam lamanya.
Warga dari berbagai usia, anak-anak, remaja, ibu-ibu hingga orang tua datang silih berganti. Seolah tak ingin melewatkan momen kebersamaan sederhana di warung kopi itu.
Hingga akhirnya Gubernur Sumut Bobby Nasution menjadi "fotografer dadakan" saat sejumlah warga meminta berswafoto bersama Seskab Teddy Indra Wijaya.
Bagi warga Batangtoru, sore itu bukan sekadar ngopi. Kehadiran pemimpin di tengah mereka menjadi penguat di tengah pemulihan bencana. Menghadirkan rasa dekat, hangat, dan harapan.
