Padangsidimpuan (ANTARA) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah Prabowo Subianto jika dikelola dengan benar merupakan potensi besar untuk meningkatkan ekonomi petani di Kota Padangsidimpuan dengan sistem petani dapat menyuplai bahan baku sayuran dari hasil petani.
“Berdasarkan data jumlah sekolah TK sampai SMA di Kota Padangsidimpuan jika menyuplai MBG sangat dibutuhkan tidak sedikit bahan baku dari petani langsung, artinya dalam Kota Padangsidimpuan saja masih belum tercukupi," ucap Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Padangsidimpuan - Tapsel RR Fauzi Ritonga, SE, Rabu (13/11).
Lanjut RR Fauzi Ritonga, Pogram Presiden Prabowo Subianto ini ternyata tidak hanya berdampak pada aspek gizi, tetapi juga memicu pemutaran ekonomi di level petani dan keluarga petani.
Berdasarkan data yang ada, jumlah satuan pendidikan tingkat TK sampai SMA di Kota Padangsidimpuan sebanyak 591 dengan rincian di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan 71 sekolah, Padangsidimpuan Hutaimbaru 336 sekolah, Padangsidimpuan Tenggara 49 Sekolah, Padangsidimpuan Utara 94 sekolah, dan Padangsidimpuan Batunadua 41 sekolah.
RR Fauzi Ritonga yang sedang menjalani pendidikan S2 jurusan ekonomi di UIN Syahada Padangsidimpuan mengungkapkan, sesuai dengan petunjuk pelaksanaannya, bahan baku untuk kebutuhan MBG ini diarahkan dari hasil pertanian lokal atau daerah masing-masing.
Potensi untuk meningkatkan ekonomi petani melalui program MBG, merupakan peluang besar bagi pemerintah daerah untuk mendorong ekonomi petani dengan melibatkan petani agar menyiapkan bahan baku yang bersumber dari hasil pertanian langsung tidak perlu didatangkan dari luar daerah.
RR Fauzi menyarakan agar Dinas Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan Kota Padangsidimpuan mengambil langkah cerdas, mengingat program MBG di Kota Padangsidimpuan yang baru saja dimulai.
Kolaborasi adalah tujuan penting sesuai arahan Presiden Prabowo sehingga dapat berjalan dengan baik dampaknya dan terasa di ekonomi lokal karena program ini akan membuka peluang kerja untuk masyarakat, memberikan pasar bagi petani, meningkatkan keterlibatan UMKM di pedesaan sebagai pemasok bahan baku atau penyedia jasa pengolahan makanan, ujar RR Fauzi.
"Industri Hulu dan Hilir terkait MBG ini jika dilakukan dengan konsep dan skema besar maka putaran keuangan di kalangan petani bukan tidak mungkin juga akan besar, silakan para investor MBG hadir untuk menyukseskan program pemerintah pusat yang dipimpin saat ini bapak Prabowo Subianto," ungkapnya.
