Madina (ANTARA) - PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT SMGP menyerahkan 273 buku dari 110 judul ke SMPN 1 Puncak Sorik Marapi sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan literasi sekolah, Rabu (5/11).
Bantuan diserahkan oleh Koordinator CDCR PT SMGP, Ngalim, mewakili Kepala Teknik Panas Bumi Ali Sahid, kepada Kepala SMPN 1 Puncak Sorik Marapi, Saharni, S Pd, disaksikan guru dan siswa.
Guru Bahasa Indonesia sekaligus penanggung jawab perpustakaan, Siti Sahriani, menyampaikan apresiasi atas bantuan buku tersebut.
“Buku-buku ini sudah lama kami harapkan untuk menunjang proses pembelajaran dan memperkaya referensi pengetahuan siswa. Terima kasih kepada PT SMGP yang berulang kali peduli pada kemajuan literasi sekolah kami,” ujar Sahriani.
Ia menambahkan, keberadaan buku-buku baru akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan literasi seperti “Selasa Membaca” program rutin sekolah yang menumbuhkan minat baca siswa.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Puncak Sorik Marapi, Saharni, mengatakan bantuan tersebut akan menambah semangat belajar siswa.
“Kami berterima kasih kepada PT SMGP yang konsisten mendukung pendidikan. Dengan tambahan buku-buku terbaru ini, semangat anak-anak kami untuk membaca akan meningkat demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” ucapnya.
Koordinator CDCR PT SMGP, Ngalim, menegaskan bahwa program literasi ini merupakan implementasi dari salah satu lima pilar pemberdayaan masyarakat perusahaan, yakni sektor pendidikan.
“Kami sadar bahwa mempersiapkan generasi emas Indonesia harus dimulai dengan memperkuat fondasi pendidikan. Bantuan seperti ini akan terus kami lanjutkan agar sekolah di wilayah kerja kami menjadi sekolah unggul dan berkarakter,” kata Ngalim, Kamis, (6/11).
Menurutnya, buku yang diserahkan tidak hanya berisi ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keagamaan.
“Dengan banyak membaca, siswa akan lebih mudah mengelola emosi dan berpikir kritis. Harapan kami, literasi ini benar-benar membawa perubahan positif bagi siswa,” tambahnya.
Acara penyerahan bantuan ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya Mandailing, termasuk tarian daerah dan permainan alat musik tradisional “Elek” dari bambu yang dimainkan oleh para siswa.
