Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan penyaluran jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke peternak ayam telur mandiri di wilayah itu mencapai 58 persen.
"Kami telah menyalurkan sebanyak 816 ton jagung SPHP atau 58 persen dari 1.418 ton," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Sabtu.
Budi mengatakan penyaluran jagung SPHP itu untuk peternak telur yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Asahan.
Lebih lanjut ia mengatakan, penyaluran jagung tersebut sesuai amanah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada 20 peternak ayam telur mandiri.
"Seluruh peternak itu telah mengambil secara bertahap, hanya saja tinggal menunggu waktu saja dalam proses penyaluran karena ada jadwal pengambilan jagung SPHP," ucapnya.
Budi mengatakan penyaluran jagung SPHP itu dilakukan hingga 31 Oktober 2025, untuk itu pihaknya mengimbau kepada peternak telur terus mengambil jagung SPHP itu jika sudah habis.
Pihaknya menyatakan penyaluran jagung pakan yang disalurkan merupakan Jagung Pipil Kering (JPK) hasil pengadaan dalam negeri dengan kualitas kadar air (KA) 14 persen dan kandungan aflatoxin maksimal 50 ppB.
"SPHP jagung pakan itu yang disalurkan kepada peternak ayam telur mandiri dengan harga Rp5.000 per kilogram dengan kemasan baru 50 kilogram netto," kata dia.
Budi menabahkan setelah waktu yang ditentukan, nantinya akan dilakukan evaluasi harga telur di pasar. Hanya saja, secara prinsip stok jagung SPHP masih ada.
"Apalagi kami telah memiliki 2.300 ton jagung SPHP, dan terus melakukan penyerapan secara berkala seperti di Kabupaten Karo, Simalungun, Kota Padangsidimpuan," ucapnya.
