Medan, Sumut (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara melakukan penataan dan perluasan Stasiun Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Manajer Humas KAI Divre I Sumut M As'ad Habibuddin di Medan, Sumut, Selasa, mengatakan penataan itu meliputi renovasi bangunan yang ada seperti area hall, atap, ruang pengatur perjalanan kereta api (PPKA), dan selasar stasiun.
Selain itu, KAI juga membangun berbagai fasilitas baru antara lain toilet, loket, musala, ruang genset, ruang administrasi, peron, kanopi, serta pagar stasiun.
Menurut dia, proyek penataan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
"Penataan Stasiun Perbaungan merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan transportasi yang semakin nyaman, aman, dan modern," kata As'ad.
Ia menambahkan penataan stasiun diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan kereta api yang lebih baik bagi pelanggan, sekaligus menarik minat masyarakat untuk memilih transportasi kereta api sebagai moda perjalanan utama.
Lebih lanjut, As’ad menjelaskan bahwa penataan Stasiun Perbaungan juga dirancang dengan mengedepankan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan (green sustainability), sejalan dengan program pemerintah terkait pembangunan berkelanjutan.
Saat ini, Stasiun Perbaungan melayani penumpang KA Putri Deli relasi Medan-Tanjung Balai PP, KA Siantar Ekspres relasi Medan-Siantar PP, dan KA Sribilah Utama relasi Medan-Rantau Prapat PP untuk keberangkatan malam hari.
Selain melayani penumpang, stasiun ini juga berfungsi sebagai simpul angkutan barang.
Sepanjang 2024, rata-rata penumpang yang naik atau turun di Stasiun Perbaungan tercatat sebanyak 1.918 orang per bulan.
Angka tersebut mengalami peningkatan 7 persen pada 2025 menjadi 2.055 penumpang per bulan.
KAI Divre I Sumut secara bertahap juga akan melakukan renovasi terhadap sejumlah stasiun lainnya untuk memastikan seluruh simpul transportasi kereta api di Sumatera Utara dapat memberikan pelayanan yang semakin prima.
"Harapannya, dengan penataan ini semakin banyak masyarakat yang menggunakan kereta api. Selain itu, keberadaan stasiun yang representatif juga diharapkan dapat memberi dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar," katanya.
