Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara melakukan sosialisasi kepada pengusaha ritel modern di wilayah itu guna mempercepat penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Kami melakukan sosialisasi kepada 11 pengusaha ritel modern di Sumut untuk penyaluran beras SPHP," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Rabu.
Budi mengatakan dalam sosialisasi tersebut, pihak ritel modern di wilayah itu menyambut baik dengan adanya penyaluran beras tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan adanya penyaluran ke ritel modern itu bertujuan untuk memperluas penyaluran beras SPHP agar semakin menjangkau masyarakat.
Budi mengatakan untuk harga jual, sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram, sedangkan harga yang diambil dari di Gudang Bulog sebesar Rp11.300 per kilogram.
"Skema penyaluran beras SPHP ke ritel itu nantinya sesuai kebutuhan, dan telah dilakukan verifikasi lokasi untuk dilakukan penyaluran beras SPHP," kata dia.
Budi mengatakan untuk penyaluran beras tersebut, tinggal menunggu perintah dari kantor pusat dalam melakukan kerja sama terhadap ritel modern tersebut.
Ia menyatakan secara keseluruhan, Bulog Sumut akan mendistribusikan beras SPHP sebanyak 77.500 ton total keseluruhan seluruh mitra di Sumut per tahun, yang saat ini telah disalurkan sebanyak 480 ton beras.
"Target pendistribusian beras SPHP di wilayah Sumut sampai akhir Desember 2025, oleh sebab itu pemerintah memandang menjaga stabilitas harga di pasar," ucap dia.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan pemerintah segera menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk mengisi kekosongan stok beras di toko ritel modern.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (Dirjen PKTN) Kemendag Moga Simatupang di Jakarta, mengatakan berdasarkan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko pangan) telah diputuskan penyaluran beras SPHP dilakukan pada 17 Juli sampai dengan 31 Desember 2025.
