Padang Lawas Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Pemkab Paluta) menindaklanjuti keluhan petani kelapa sawit terkait rendahnya harga Tandan Buah Segar (TBS) dengan melakukan monitoring langsung ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Sumber Sawit Nusantara (SSN) dan PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) di Kecamatan Simangambat.
Monitoring tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Paluta, Basri Harahap, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespon persoalan yang dihadapi petani serta menjaga hubungan kondusif antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
“Banyak masyarakat yang terbantu dengan keberadaan perusahaan. Pemerintah daerah tentu mendukung investasi di Paluta selama sesuai aturan dan perizinan yang berlaku,” ujar Wakil Bupati Basri Harahap dalam keterangannya yang diterima, Rabu (6/8).
Dalam kegiatan tersebut, tim monitoring yang terdiri dari unsur Pemkab dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan tera timbangan di pabrik guna memastikan akurasi timbangan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya selisih timbang atau indikasi kecurangan.
Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan perizinan operasional perusahaan serta pengujian aspek lingkungan seperti uji emisi udara dan pengelolaan limbah cair. Hasil pengujian menunjukkan bahwa operasional masih dalam batas ketentuan yang berlaku.
Pemkab Paluta juga mendorong agar pihak perusahaan meningkatkan kontribusi sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di sekitar operasional perusahaan.
“Komunikasi antara perusahaan dan masyarakat harus terus dijaga agar investasi berjalan baik dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” tegas Wabup Basri.
