Medan (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta kepada pemangku kepentingan agar alur Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara segera dinormalisasi.
"Fasilitas Pelabuhan Belawan terutama kepada alur itu harus bagus, karena alur di wilayah tersebut terjadi pendangkalan," ujar Bambang di Medan, Senin.
Ia mengatakan, alur di kawasan laut Belawan itu perlu segera dilakukan normalisasi, karena itu merupakan daya tarik pelayaran internasional guna kapal besar dapat masuk ke pelabuhan tersebut, sebab yang masuk masih kapal sedang maupun kecil.
Menurutnya ini juga berpengaruh kepada jumlah volume bongkar muat di Pelabuhan Belawan masih 1,5 juta peti kemas tewenty foot equivalent units (TEUs) sepanjang 2024.
"Sementara pelabuhan di Malaysia, Singapura maupun Thailand, rata-rata volume bongkar muat mencapai 10 sampai 30 juta TEUs, untuk itu ini perlu dikejar lagi," ucapnya.
Bambang mengatakan, 70 persen kapal dunia melintasi Selat Malaka, baik dari Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan dan negara lainnya untuk menuju Amerika Serikat dan negara Eropa.
"Selain normalisasi, saya melihat kapasitas crane maupun tempat penumpukan kontainer cukup baik. Karena tempat kontainer bisa muat 4 juta TEUs, sementara masih terisi 1,5 juta TEUs," tutur dia.
Normalisasi alur Pelabuhan Belawan, menurutnya juga sebagai pelabuhan hub internasional yang merupakan pintu masuk wilayah Indonesia bagian barat.
"Jika fasilitas terus ditingkatkan guna terkoneksi antardaerah, sehingga ongkos logistik akan menjadi murah, tentu ini diminati perusahaan khususnya di Sumut," ucap anggota komisi yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi itu.
Pelaksana Harian Executive General Manager Pelindo 1 Belawan Mahadi Widigdo mengatakan, proses pengerukan masih diperlukan dokumen, salah satunya tahap administrasi dari asosiasi Indonesia National Shipowners Association (INSA) Medan.
"Ketika INSA setuju kapal logistik dikenakan tarif dalam pengerukan itu, dokumen itu akan dikirim sebagai dasar untuk mengeluarkan penugasan untuk melakukan pengerukan," kata dia.
Ia mengatakan, normalisasi itu dilakukan karena alur Pelabuhan Belawan saat ini kedalaman sekitar 7,9-8 meter low water spring (LWS), kalau untuk air pasang 9-10 meter LWS,.
Harapannya kondisi pengerukan alur ada di posisi 11-12 meter LWS dengan panjang 26 kilometer sampai 100-150 meter untuk ketemu laut lepas.
Kondisi alur mengalami pendangkalan yang signifikan, karena rata-rata per tahun sendimentasi tanah 70-80 sentimeter, sehingga berdampak kepada kapal yang masuk dan Pelabuhan Belawan.
"Harapannya dengan kedatangan pak Haryo, bisa disuarakan sehingga proses pengerukan segera dilakukan," tutur dia.
