Madina (ANTARA) - Kelompok Tani Rap Tama melakukan panen simbolis ternak lele di Desa Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (15/7).

Kegiatan ini sekaligus acara syukuran dengan menyantuni anak yatim dan makan bersama pasca panen jagung Kelompok Tani Putra Aek Singolot yang cukup memuaskan. Kegiatan ini juga merupakan kerjasama dengan perusahaan yang bergerak bidang panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) melalui program pemberdayaan masyarakat tahun 2025.

Ketua kelompok tani Rap Tama, Ali Napiah mengatakan, pada bulan April kelompoknya menerima bantuan dari program CSR PT SMGP berupa bibit lele sebanyak 18.000 ekor, pakan serta pendampingan dalan beternak.

"Pada kesempatan ini kita panen simbolis lele yang dilanjutkan acara syukuran pasca panen jagung dengan menyantuni anak yatim dan makan bersama. Untuk itu kami ucapan terima kasih atas support dan dukungan PT SMGP terhadap masyarakat dan ini sesuai Asta Cita presiden yaitu ketahanan pangan" ujarnya.

Ali Napiah menambahkan di kelompoknya dari 18.000 benih lele dibagi kepada 18 orang anggota atau 18 kolam.

"Sebelumnya kita sudah melakukan panen sekitar 92 kilogram dengan harga Rp 22.000 per kilogram dijual kepada pemilik warung nasi di Purba Baru sebagian lagi kepada pengepul, dan kita berharap kegiatan tersebut berlanjut" ucapnya.

Sementara perwakilan dari aparat desa Romli Tanjung mengungkapkan atas nama masyarakat Desa Purba Baru mengucapkan terima kasih atas program itu, seraya berharap kedepannya program itu berkelanjutan dan ditingkatkan utamanya dalam program ketahanan pangan.

Kepala Teknik Panas bumi PT SMGP, Ali Sahid didampingi Koordinator Community Development Ngalim program ini merupakan program comdev dalam rangka mensukseskan program nasional ketahanan pangan khususnya selain ketahanan energi dan air dan program Ini merupakan kewajiban perusahaan dalam bentuk CSR.

"Selama 12 tahun mengikuti program CSR banyak bermanfaat bagi anggota kelompok yang kompak, sebagian juga ada yang bubar akibat anggota kurang kompak. Tentunya kita berharap pasca panen ada bibit untuk berikut, menambah nilai ekonomis misalnya lele sale harga otomatis naik. Dan akhirnya akan tercipta kemandirian kelompok," ungkapnya.

Koordinator Community Development PT SMGP, Ngalim menambahkan pada panen perdana lele mengalami kematian dari seluruh kolam sekitar 120 ekor.

"Artinya umur 2,5 bulan lele sudah ada yang panen, kalau kematian dari 18.000 benih sekitar 0,6 persen ini masih tahap wajar bagi pemula. Meskipun begitu kita harapkan kedepannya ada peningkatan hasil panen," harapnya.



Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026