Medan (ANTARA) - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menyelesaikan pemberangkatan jamaah calon haji (JCH) asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 8.350 orang ke Tanah Suci.
"Kloter (kelompok terbang) 24 merupakan kloter terakhir diberangkatkan 104 orang ke Jeddah pekan lalu," ucap General Manager PT Garuda Indonesia Wilayah Medan I Wayan Gilang Aditya Subawa di Medan, Selasa.
Kloter 24 Embarkasi Medan itu, lanjut dia, adalah kloter pamungkas melalui Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, menuju Bandara King Abdul Azis Jeddah, Arab Saudi.
Data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) PPIH Embarkasi Medan mencatat sebanyak 8.350 orang atau 99,15 persen terdiri atas 8.256 calon haji reguler dan petugas haji 94 orang tergabung dalam 24 kloter diberangkatkan ke Tanah Suci sejak 2 hingga 30 Mei 2025.
Sedangkan 72 orang atau 0,85 persen atas kuota haji reguler Sumut sebanyak 8.328 orang tahun ini, sebagian mutasi keluar antarprovinsi 65 orang, mutasi masuk antarprovinsi 34 orang, dan satu calon haji batal berangkat.
"Untuk pemulangan jamaah haji asal Sumatera Utara akan dimulai pada 12 Juni 2025," jelas Gilang Aditya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani dalam keterangan resmi mengaku, pihaknya secara resmi menyelesaikan penerbangan haji fase keberangkatan calon haji Indonesia 1446 Hijriah menuju Tanah Suci pada Sabtu (31/5).
Hingga pemberangkatan terakhir, lanjut dia, Garuda Indonesia memberangkatkan total sebanyak 91.198 orang, baik menuju Madinah maupun Jeddah, Arab Saudi.
"Ibadah haji merupakan momentum istimewa bagi setiap calon haji, sehingga keberhasilan terpenting kami adalah menghadirkan pelayanan terbaik dalam perjalanan mereka menuju Tanah Suci," ujarnya.
Wamildan menjelaskan berkat kerja sama tim haji Garuda Indonesia serta kekuatan soliditas seluruh pemangku kebijakan mewujudkan operasional penerbangan haji 1446 Hijriah aman dan nyaman.
Melalui sinergi yang baik antara seluruh unsur mendukung terlaksana operasional penerbangan disiplin, Garuda Indonesia mencatatkan capaian tingkat ketepatan waktu (OTP) sebesar 96,4 persen.
"Catatan ketepatan waktu ini turut menandai capaian OTP tertinggi operasional penerbangan haji selama kurun waktu tiga tahun terakhir," tutur dia.
Menjelang fase pemulangan jamaah haji yang akan dimulai pada 11 Juni sampai 10 Juli 2025, ucap Wamildan, Garuda Indonesia terus memperkuat koordinasi bersama otoritas kebandarudaraan terkait.
Kemudian, para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kesiapan layanan bagi jamaah ketika berada di bandara, selama perjalanan hingga tiba di kota tujuan sesuai aspek kenyamanan dan keselamatan.
Selain itu, Garuda Indonesia juga terus mengawal kesiapan armada penerbangan haji melalui pengecekan dan perawatan menyeluruh.
"Memastikan seluruh pesawat laik terbang sesuai regulasi, sehingga kepulangan para jamaah haji menuju tanah air mendapat layanan penerbangan yang aman dan nyaman," papar Wamildan.
