Banjir yang terjadi sejak Rabu sore (18/12) akibat hujan deras menyebabkan sungai Aek Mardua meluap dan merendam ratusan rumah Desa Kotatua dan Simaninggir. Ratusan kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tiga lokasi, yakni Simaninggir dekat Posyandu, Istana Hasadaon Kota Tua, dan Gereja KPA Kota Tua.
“Pemerintah Kabupaten Tapsel akan memberikan bantuan maksimal dan memastikan semua warga terdampak mendapatkan perhatian yang layak,” ujar Bupati Dolly. Ia juga meminta BPBD dan dinas terkait terus memantau kebutuhan warga pasca banjir dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan lebih lanjut.
Plt. Kalaksa BPBD Tapsel, Puput Mashuri, melaporkan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, 10 warga mengalami luka ringan, sementara 30 rumah terdampak banjir. BPBD juga telah mendirikan tenda darurat, menyediakan air bersih, dan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi
Dalam kunjungannya, Bupati Dolly menyerahkan bantuan logistik berupa makanan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih diprediksi berlangsung.
Salah seorang pengungsi, Boru Simanjuntak, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. “Kami merasa diperhatikan, dan bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Bupati Dolly Pasaribu dan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat di tengah situasi darurat.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.