"Kami sudah membentuk tim, diawali dengan melakukan pengawasan pada distributor terlebih dahulu yang kemungkinan barang impor, barang
kedaluwarsa atau juga penumpukan barang," ujar Martin di Medan, Rabu.
Setelah dari distributor, pihaknya melakukan pengawasan di tingkat ritel seperti supermarket, toko makanan, mini market dan lainnya.
"Apakah masih ada terpajang barang yang
kedaluwarsa, barang rusak, barang ilegal diamankan atau di sisihkan oleh pemilik," ucapnya.
Martin menambahkan pada pekan kedua Ramadhan, BBPOM melakukan pengawasan terhadap toko yang menyediakan parsel. Nantinya, pihaknya akan melakukan pengecekan secara acak di toko-toko yang menyediakan parsel tersebut.
"Kami meminta kepada pelaku usaha agar makanan di parsel itu minimal satu bulan setelah Lebaran tanggal kadaluwarsa karena tidak mungkin dimakan itu pada hari Lebaran tersebut," ucapnya.
Martin mengatakan selanjutnya pihaknya juga melakukan pengawasan pada penjual makanan takjil secara acak di wilayahnya.
"Mulai besok, kami melakukan pengawasan takjil yang dimakan bebas dari bahan berbahaya seperti rhodamin, metanil yellow, boraks, formalin dan lain-lain," ucapnya.
Martin mengimbau kepada masyarakat yang setiap membeli barang makan tersebut gunakan semboyan ceklik dengan cek kemasan, label, dan kadaluwarsa.*
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.