Dengan capaian itu, menurut dia, PTDI dapat turut berpartisipasi dalam meningkatkan kerja sama keamanan dan pertahanan wilayah Asia Tenggara, yang sudah terjalin cukup baik antara kementerian pertahanan Indonesia dan Filipina.
PTDI menyatakan selalu siap menjadi penyedia kebutuhan alutsista lainnya untuk Filipina.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Duta Besar RI di Manila beserta jajarannya, yang terus selalu memberikan saran kepada tim kami selama melakukan kegiatan di Manila. Semoga kerja sama ini terus terjalin untuk capaian-capaian di masa mendatang sehingga produk industri pertahanan kita semakin dikenal dan dipakai oleh dunia,” ujar Indar.
Tahun lalu ketika berkunjung ke Jakarta, Presiden Filipina Marcos Jr. dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo telah menyampaikan komitmennya untuk segera menuntaskan proses pengadaan pesawat militer.
Kemudian pada 13 April 2023, PTDI telah memenuhi undangan dari Departemen Pertahanan Nasional Filipina untuk melakukan tanda tangan kontrak pengadaan pesawat tersebut.
Selain PTDI, beberapa BUMN Indonesia yang berhasil memasuki pasar Filipina dan memenangi proyek-proyek pengadaan di sektor transportasi publik, infrastruktur, dan pertahanan antara lain PT INKA, PT WIKA, PT LEN Railway Systems, dan PT PAL.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Filipina beli enam unit pesawat NC212i produksi PTDI