Aksi simpati yang dilakukan mahasiswa tersebut ternyata cukup ampuh membantu polisi menenangkan massa yang kemudian secara perlahan menghentikan aksi mereka melakukan pelemparan.
Mahasiswa maju menyongsong massa anarkis, sementara pasukan polisi yang sebelumnya berusaha menghalau massa anarkis ditarik mundur dan bertahan di depan gedung DPRD Sumut.
Secara perlahan massa aksi mundur dan membubarkan diri meninggalkan lokasi kericuhan. Mundurnya massa aksi sangat keberbagai arah membuat suasana kembali tenang.
Meski demikian massa aksi ricuh yang didominasi kalangan pelajar sempat membuat insiden di Jalan Raden Saleh menuju Lapangan Merdeka.
Massa aksi sempat kembali membuat kericuhan dengan melempari pasukan polisi yang sebelumnya bersiaga di lokasi tersebut.
Aksi pelemparan tersebut dibalas pasukan polisi dengan tembakan air dari water canon dan memaksa massa aksi masuk ke Lapangan Merdeka.
Baca juga: Demo di DPRD Sumut kembali ricuh
Baca juga: Aksi di DPRD Sumut, seorang pelajar bawa bom molotov
Pewarta: JuraidiEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026