Tapanuli Selatan,22/6 (Antarasumut)- Narkoba, musuh bangsa menjadi tantangan kita bersama, karena, sudah merambah ke seluruh lini kehidupan manusia.

"Kita harus bersama-sama menstop atau melawan kehadiran narkoba itu," kata Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan, Syahrul M.Pasaribu.

Seruan tersebut disampaikannya kepada masyarakat di Mesjid Al- Huda, desa Sipange Julu Kecamatan, Sayur Matinggi, Selasa malam, sesaat menunggu berbuka puasa bersama dalam rangkaian kunjungan safari ramadhan 1437 H.

Kata dia, kalau dulu gejala narkoba masih dominan di kota kota, tetapi saat ini, telah menyusup hingga  ke desa-desa," katanya.

"Kita harus bisa memutus mata rantai agar narkoba tidak semakin menjadi-jadi," katanya.

Keluarga, anak-anak harus kita bentengi jangan sampai terjerumus ke ruang kemaksiatan (narkoba).

Dikesempatan itu, bupati  mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, alim ulama,  para orangtua dan komponen masyarakat bersatu melawan narkoba.

"Sudah saatnya lapisan masyarakat bersama sama, bersatu mencegah dan melawan agar narkoba di daerah ini tidak masuk apalagi berkembang," katanya.

Bila perlu katanya, seluruh elemen masyarakat (desa) kompak memberikan tindakan keras (sanksi) masyarakat bila ada ditemukan terlibat  narkoba.

"Narkoba dapat merongrong sendi kehidupan, bahkan sulit mengobatinya, ayo mari kita cegah sebelum terkena," ajaknya.

Ironi memang apabila  disatu sisi kita giat membangun malah disisi lainnya anak - anak generasi bangsa malah terjerumus ke gerbang narkoba. 

"Kita juga tidak berkeinginan pengaruh kehidupan dampak negatif narkoba memengaruhi generasi muda anak bangsa yang butuh cerdas, sehat, kuat dan berkualitas," katanya.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026