Parapat (ANTARA) - Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Abdullah Puteh, menegaskan pentingnya peran KAHMI sebagai penjaga pilar demokrasi, perekat umat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Abdullah Puteh saat membuka Musyawarah Wilayah KAHMI Sumatera Utara di Parapat, Jumat (8/5).
Menurut dia, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari krisis geopolitik, ketimpangan ekonomi, polarisasi sosial, disrupsi teknologi hingga ancaman degradasi moral dan menurunnya kepercayaan terhadap institusi demokrasi.
“Dalam situasi ini, KAHMI dituntut hadir bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi sebagai kekuatan moral, intelektual dan sosial yang mampu menjaga arah perjalanan bangsa,” tambahnya.
Ia mengatakan demokrasi tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kontestasi kekuasaan, namun harus menjadi instrumen menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan rakyat dan persatuan nasional.
Selain itu, KAHMI juga dinilai memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah di tengah menguatnya fragmentasi sosial dan polarisasi identitas.
“KAHMI harus menjadi jembatan dialog, ruang rekonsiliasi dan kekuatan pemersatu yang meneduhkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Abdullah Puteh menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan bonus demografi, tetapi juga tentang lahirnya bangsa yang maju secara teknologi, kuat secara ekonomi, kokoh secara budaya dan luhur secara moral.
Karena itu, ia mendorong KAHMI terus melahirkan kader-kader pemikir, pemimpin dan penggerak perubahan yang memiliki integritas, kapasitas serta komitmen keummatan dan kebangsaan.
Ia juga menilai Sumatera Utara memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa karena dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh nasional serta menjadi ruang perjumpaan budaya yang dinamis.
“Saya berharap MW KAHMI Sumatera Utara dapat menjadi pelopor penguatan moderasi, kebangsaan dan pemberdayaan umat di tingkat nasional,” katanya.
Abdullah Puteh berharap Musyawarah Wilayah KAHMI Sumatera Utara menghasilkan gagasan strategis, kepemimpinan visioner, program kerja yang membumi serta konsolidasi organisasi yang semakin kokoh.
Pembukaan musyawarah yang berlangsung di Aula Mess Pemprovsu Pora -Pora Parapat turut dihadiri jajaran pengurus MW KAHMI Sumut, Bupati Simalungun Anton Saragih, Wakil Bupati Pakpak Bharat Matsyuhito Solin, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly, Abdina dan Bupati Tapanuli Selatan periode 2010-2015 dan 2016 - 2021 Syahrul M Pasaribu, para senior HMI-KAHMI, tokoh masyarakat, tokoh agama serta perwakilan Majelis Daerah KAHMI se-Sumatera Utara.
Pewarta: AkungEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026