Medan, (Antara) - Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Minggu melakukan napak tilas atau penyusuran jejak pahlawan Kapten Nip Xarim sepanjang 21 kilometer di kawasan Delitua, Deliserdang.
"Napak tilas dimaksudkan mengenang jasa pahlawan di Sumut yang peringatannya bertema 'Pahlawanku Idolaku'," kata Gubernur Sumut di Medan, Minggu.
Napak tilas itu dihadiri berbagai kalangan antara lain Pangdam I/BB Mayjend TNI Winston P Simanjuntak dan Kasdam I/BB Brigjend Cucu Sumantri, memulai perjalanan dari Lapangan Sepak Bola Sejati Pratama Titikuning Medan, menuju lokasi finis di Yon Armed 2 Delitua.
Di beberapa pemberhentian dalam perjalanan itu, Gubernur bersama rombongan melakukan serangkaian kegiatan gotong royong.
Pada pemberhentian pertama seperti di Masjid Al Issyah Hakim, Gatot bersama Pangdam memberikan bantuan cat dan kuas kepada BKP masjid itu dan ikut langsung mengecat sebagian tembok pagar.
Sedangkan di pemberhentian selanjutnya, rombongan menggelar sarasehan singkat tentang perjuangan sekaligus menyerahkan tali asih kepada pejuang kemerdekaan.
Dia menegaskan, perjalanan dengan berjalan kaki hingga 21 kilometer sebagai bentuk acara peringatan atas perjuangan almarhum Kapten Nip Xarim.
Jasa Nip Xarim antara lain mendirikan radio pertama di Sumut yang menyiarkan pesan-pesan perjuangan.
Menurut Gubernur, peringatan Hari Pahlawan, harusnya membuat semua masyarakat khususnya generasi muda mensyukuri kemerdekaan.
Dari rasa syukur itu, masyarakat diharapkan mengenang jasa para pahlawan antara lain dengan mengisi kemerdekaan melalui segala kebaikan untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
"Peringatan Hari Pahlawan harus dijadikan kenangan yang bisa menjadi inspirasi bagi pemuda bahwa kemerdekaan itu merupakan harga yang sangat mahal sehingga harus terus dipertahankan dengan mengisi kemerdeka melalui berbagai sektor pembangunan," katanya.
Kemerdekaan, ujar Gubernur, tidak akan muncul kalau tidak ada perjuangan para pahlawan.
Dia mengingatkan, Presiden Joko Widoro juga menyerukan semua warga untuk menyingsingkan lengan baju untuk bekerja, bekerja dan bekerja.
"Jadi peringatan Hari Pahlawan harus menjadi momentum untuk bekerja, bekerja dan bekerja mengisi kemerdekaan," katanya. ***3***
(T.E016/B/T. Susilo/T. Susilo)