Balige, Sumut, 27/8 (Antara) - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara mengajak seluruh komponen masyarakat menolak keberadaan gerakan "Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)" di daerah tersebut.
Ajakan itu disampaikan Bendahara MUI Tobasa, H. Arif Subairi, saat menghadiri rapat perkembangan situasi keamanan tentang paham ISIS di kantor Badan Kesbang Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Tobasa di Balige, Rabu.
"Kehadiran ISIS di Tobasa harus ditolak secara tegas, dan jangan sampai ada kelompok yang terpengaruh dalam pergerakan organisasi terlarang tersebut," ujarnya.
Sebab, menurut Subairi, gerakan ISIS dengan tindakannya yang radikal itu bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa di Kabupaten yang terletak di pinggiran Danau Toba, berjarak sekitar 248 kilometer dari Medan ibukota propinsi Sumatera Utara tersebut.
Sangat berbahaya, jika paham atau ajaran serta gerakan ISIS itu sampai di Tobasa, karena berpotensi besar memecah belah persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan sosial bermasyarakat, katanya.
Tindakan radikal yang ditunjukkan ISIS dan para pengikutnya, dinilai sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat, seperti penghancuran tempat-tempat ibadah non-Muslim maupun tindakan brutal lainnya terhadap warga yang menentang pergerakan mereka.
"Tindakan yang mereka lakukan sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam yang rahmatan lilalamin," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbang Politik dan Perlindungan Masyarakat Tobasa, Budianto Tambunan menyebutkan, sesuai program kerja komunitas intelejen daerah (Kominda), pihaknya sengaja menggelar rapat guna menyikapi perkembangan situasi keamanan tentang paham ajaran ISIS di wilayah setempat.
Pada pertemuan yang dihadiri Kepala Kejari Balige, Polres Tobasa, Dan Ramil, MUI dan forum kerukunan ummat beragama (FKUB) itu diperoleh kesimpulan, bahwa kehadiran ISIS harus ditolak secara tegas di kabupaten Tobasa.
Mantan Camat Balige itu juga mengajak segenap elemen masyarakat di daerah tersebut, agar tidak terpengaruh atau mendukung pergerakan ISIS, karena paham tersebut sudah jelas tidak mencerminkan ajaran agama Islam yang sebenarnya.
Dalam penyebarannya saat ini, pergerakan ISIS sudah masuk di beberapa wilayah Indonesia seperti Jakarta, Solo, Malang, dan Nusa Tenggara Barat serta sebagian kecil di wilayah Sumatera.
Budianto menjelaskannya, dalam waktu dekat nota kesepahaman untuk penolakan masuknya paham ISIS ke wilayah Toabasa, akan ditandatangani Pemerintah daerah setempat bersama Dewan Pimpinan MUI dan Kominda.
"Kita harus menolak secara tegas kehadiran ISIS di daerah ini. Jangan sampai ajaran Islam ternodai oleh paham menyesatkan dari organisasi terlarang semacam ISIS," katanya ***1***
(KR-HIN)
(T.KR-HIN/C/Kaswir/Kaswir) 28-08-2014 00:02:24
