Pengelola Hotel Carolina, di Tuk-tuk, Soni Sidauruk ketika dikonfirmasi, Jumat (30/5) mengatakan tingkat hunian hotelnya meningkat dari hari libur lainnya, namun tidak disebutkan persentase peningkatan tamu yang menginap.
Hal senada juga diungkapkan petugas Hotel Toledo, Halawa, bahwa minat wisatawan berkunjung ke Samosir sudah mulai meningkat, dibuktikan dalam setiap musim liburan, penginap di hotel tempat dia bekerja cukup lumayan.
Bahkan kawasan wisata Tuk-tuk dan Tomok hingga kini masih dipadati wisatawan.
Wisatawan juga ramai mengunjungi lokasi pemandian Aek Rangat dan situs budaya di kawasan Sianjur Mula-mula, Menara Pandang Tele serta daerah Pantai Pasir Putih, Parbaba.
Sementara Mida, Manager Saulina Resort, Aek Rangat Pangururan juga mengatakan, tingkat hunian di hotelnya cukup meningkat dalam liburan kali ini.
Melihat kian membaiknya iklim pariwisata di Samosir, Mida mengharapkan pemerintah daerah memikirkan membuat event-event seperti budaya, sehingga para wisatawan yang datang tidak hanya sekadar menikmati keindahan alam Danau Toba, tapi juga mendapat hiburan.
"Pelaku wisata di Samosir coba memikirkan pelaksanaan event-event budaya untuk dijadikan agenda wisata, sehingga tamu-tamu kita tidak jenuh karena ketiadaan hiburan," harapnya.
Selain pihak hotel, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Samosir juga menjadi berkah bagi penjual souvenir. Tak ketinggalan pemandu wisata di makam Raja Sidabutar dan Sigale-gale coba merayu wisatawan menyaksikan pertunjukan mereka.
Juwita, salah seorang wisatawan asal Jakarta yang ditemui di Pangururan mengaku kalau dia bersama teman-temannya sudah menginap tiga hari di Tuk-tuk dari Sabtu hingga Senin. Sejak Selasa hingga Kamis, mereka menginap di Pangururan.
"Seluruh objek wisata di Samosir sangat bagus. Kami mencoba menjelajahi beberapa objek wisata. Namun kami agak jenuh lama-lama berada di Samosir, soalnya tidak ada pagelaran semacam hiburan untuk mengisi kekosongan waktu," ujar mereka.
Danau Toba indah, menurut mereka pemerintah perlu memikirkan peningkatan transportasi dari dan ke Pulau Samosir. Jarak tempuh dari Medan ke Samosir selama lima jam membuat kebosanan dan rasa lelah, paparnya.***2***
(T.KR-TTY)
(T.KR-TTY/B/Suparmono/Suparmono)
Pewarta: Tetty Naibaho:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.